Thursday, 17 November 2011

METODE RISET BAB 2 - LANDASAN TEORI


BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA

A.     Landasan Teori
1.      Pengertian Pemasaran
Di dalam dunia perekonomian yang modern, khususnya perusahaan yang memproduksi barang dan jasa maupun perusahaan perdagangan,  masalah utama yang sering dihadapi adalah usaha untuk menyalurkan atau memasarkan barang dan jasa yang diperdagangkan atau dihasilkan itu kepada pihak-pihak pembeli atau konsumen yang membutuhkan. Untuk dapat berhasilnya penyaluran atau pemasaran barang dan jasa tersebut diperlukan suatu ilmu atau cara yang terbaik dan itulah yang kita sebut dengan pemasaran atau marketing.
Namun istilah marketing yang berasal dari kata market (pasar), tidaklah sederhana pengertiannya. Marketing tidak hanya meliputi dunia pasar saja tetapi lebih dari itu. Marketing membahas segala soal yang hidup dalam masyarakat perusahaan. Untuk sebagian besar marketing meliputi organisasi pasar dalam arti seluas-luasnya bukan hanya mengenai produk barang-barang jasa tetapi juga mengenai produk jasa.
Berikut ini penulis memberikan definisi yang dikemukakan oleh para ahli pemasaran, maksudnya agar dapat diberikan pengertian yang jelas dari arti pemasaran itu.
 Drs. Basu Swasta D. H. MBA (1992: 72) secara sederhana memberikan definisinya sebagai berikut: “Marketing adalah suatu kegiatan yang menggerakkan aliran barang dan jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen atau pemakai.
”Menurut William J. Stanton (1994: 34), “Marketing adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik pada pembeli yang ada maupun kepada pembeli potensial.”
Menurut Philip Kotler (1996: 98), “Marketing adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk meng-adakan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud mencapai tujuan organisasi.”
Dari definisi tersebut di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa Marketing merupakan pencapaian tujuan organisasi dan tujuan perusahaan serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proses penyampaian barang dan jasa mulai dari produksi sampai kepada pemakai akhir (konsumen).
Dengan demikian kegiatan pemasaran itu merupakan barang atau jasa yang dihasilkan yang dapat disalurkan kepada pihak-pihak pembeli sehingga tidak akan terjadi penumpukan yang berarti sia-sianya usaha tersebut.
Konsep di masa mendatang yang berdasarkan pada filosopi sebagai berikut:
1.      Pemasaran harus menjadi konsep bisnis yang strategis yang dapat memberikan kepuasan yang berkelanjutan bukan hanya pada kepuasan sesaat. Untuk itu tiga pihak yang saling berkepentingan dalam perusahaan adalah pelanggan, karyawan dan pemilik perusahaan.
2.      Pemasaran menjadi “jiwa”, bukan sekedar salah satu anggota tubuh perusahaan.
3.      Ada tiga nilai utama yaitu:
-         Merek yang paling penting dari produk adalah merek karena pada hakikatnya     pembeli (konsumen) membeli suatu merek bukan produk.
-         Pemilik perusahaan harus terlibat dalam proses pemuasan pelanggan.
-         Hubungan antara pemilik perusahaan, karyawan dan pelanggan merupakan mata  rantai yang tidak dapat terputuskan dan harus ada timbal balik.
Dengan keutungan yang cukup banyak, selayaknya pimpinan perusahaan, paling tidak memberikan bonus atau insentif pada karyawan dengan memberlakukannya secara manusiawi.


2.      Pengertian Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran atau Marketing Mix merupakan variabel-variabel terkontrol yang dapat digunakan perusahaan untuk menjangkau konsumen yang merupakan target marketnya.
Drs. Basu Swasta D. H. MBA (1986: 17) dalam bukunya Manajemen Pemasaran Modern menyatakan bahwa “Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
Marketing mix inilah yang merupakan inti dari strategi pemasaran yang terdiri dari empat komponen utama yaitu:
1.      Produk (Product)
2.      Harga (Price)
3.      Tempat Place)
4.      Promosi (Promotion)
Keempat komponen tersebut di atas dapat dikombinasikan dalam mencari rumusan-rumusan yang terbaik untuk diterapkan dalam strategi pemasaran perusahaan.


1.      Produk (Product)
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian  atau konsumsi yang didapat konsumen, yang meliputi benda secara fisik, jasa, tempat, orang dan organisasi.
Hal yang paling esensial dalam bidang marketing adalah bagaimana dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara maksimal, bagaimana perusahaan dapat membuat produk dengan kualitas yang baik, namun dengan tetap menekan biaya produksi semaksimal mungkin.
Sebab dari produk inilah proses transformasi kepuasan konsumen dapat selalu dalam bentuk fisik tetapi meliputi segala sesuatu yang memang dapat memberi nilai kepuasan pada konsumen di pasar. Namun tanpa mengabaikan nilai kegunaan yang ada, suatu produk disebut baik jika dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan secara maksimal.
2.      Harga (Price)
Drs. Basu Swasta D. H MBA (1986: 147) berpendapat bahwa “Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang beserta pelayanannya.”
Tujuan strategi penetapan harga adalah:
a.       Memperoleh laba yang maksimum
Terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen, maka semakin besar pula kemungkinan bagi para penjual untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi. Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapat keuntungan maksimum dengan kondisi yang ada.                 
b.      Untuk mendapatkan share pasar tertentu
Tujuan mendapatkan share pasar untuk mencapai kenaikan tingkat keuntungan dimasa depan, dan akan atercapai apabila pasar peka (sensitive) terhadap harga, sehingga harga yang rendah dapat mendorong pertumbuhan pasar yang pesat. Hal ini karena harga yang rendah akan menarik pembeli. 


c.       Memerah Pasar (Market Skimming)
Perusahaan mangambil manfaat dari tersedianya pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi dari pembeli lain, karena harga yang ditawarkan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi mereka.
3.      Tempat (Place)
Yang disebut saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau penyalur yang mempunyai kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi, yaitu:
a.       Jenis dan sifat produk
b.      Sifat konsumen potensial
c.       Sifat persaingan 
d.      Saluran itu sendiri
Semua factor ini perlu diperhatikan dalam berhasilnya kegiatan pemasaran, terutama dalam penyaluran produk dari tangan produsen ke konsumen secara efektif, tepat waktu dan yang dibutuhkan oleh konsumen dengan mutu yang baik. Dengan strategi yang demikian dapat diharapkan bahwa tingkat penjualan akan meningkat.
4.      Promosi (Promotion)
Inti dari pada marketing mix adalah promosi, sebab dengan promosi inilah akan terjadi komunikasi antar produsen dan konsumen dalam melakukan pembelian.
Menurut Philip Kotler (1991: 89), “Promosi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberi dan menarik perhatian konsumen yang potensial terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, sehingga menimbulkan minat untuk membeli.’
Promosi merupakan salah satu variabel dari marketing mix yang sangat penting dilaksanakan perusahaan dalam pemasaran produknya. Suatu produk sangatlah bermanfaat akan tetapi bila tidak dikenal oleh konsumen maka tidak akan diketahui manfaatnya dan mungkin tidak dibeli oleh konsumen.
3.      Pengertian Strategi Pemasaran
   Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan sangat ditentukan oleh grand strategy atau strategi intinya. Jika strategi inti ini sudah salah atau tidak efektif lagi, maka pelaksanaan teknis yang paling baikpun menjadi tidak berguna, demikian dikatakan oleh Alex D. Tryana MBA (1986:17).
Selanjutnya juga dikatakan, pada dasarnya dalam suatu strategi pemasaran tercakup adanya strategi produk dan strategi pasar, dimana kesemuanya ini merupakan usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk membiasakan diri secara teratur dan memilih pasar beserta produk apa yang akan dipasarkan, berdasarkan pertimbangan pada situasi lingkungannya.
Kemudian dirumuskan pula mengenai taktik pemasaran dalam kaitannya dengan strategi pemasaran di dalam usaha untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Dimana disebutkan taktik pemasaran merupakan suatu usaha yang mengarah kepada tindakan dan pengambilan keputusan yang bertahap dan terpencil yang hampir dilakukan setiap hari pada setiap bagian.
Drs. Basu Swasta DH. MBA (1986: 287) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan aktivitas yang penting dalam kegiatan pemasaran yaitu antara lain:
1.      Riset dan Analisa Pasar.
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasar, baik pada situasi sekarang ini maupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada saat yang akan datang.
2.      Pengembangan Produk
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan produk hingga memuaskan para pelanggan serta kemungkinan perusahaan untuk mempergunakan kapasitas produk sepenuhnya.
3.      Penetuan Harga
Yaitu kegiatan-kegiatan menetapkan harga produk berdasarkan pada biaya maupun faktor-faktor pasar seperti saluran distribusi, potongan harga yang diberikan, tingkat harga yang diminta oleh para pesaing, kemampuan atau kemauan para pelanggan untuk membayar dan sebagainya.
4.      Promosi
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk memperkenalkan barang hasil produksi dan upaya mempengaruhi konsumen melalui kegiatan bauran promosi.
5.      Penyaluran dalam Distribusi
Yaitu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyampaian barang dari produsen kepada konsumen. Tujuannya adalah mengusahakan agar barang selalu dibeli dengan mudah oleh konsumen yang ingin membelinya dimanapun mereka berada.
Dengan demikian jelaslah bahwa pemasaran sangatlah penting bagi perusahaan. Sebab kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada bagian pemasarannya. Namun demikian, setiap kegiatan dalam pemasaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kegiatan-kegiatan lain dalam perusahaan.
Mengenai strategi pemasaran sendiri, Philip Kotler (1985:301) mengatakan sebagai berikut:
“Strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan lebih dahulu, di dalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan”.
Dalam siatuasi pasar yang memiliki tingkat persaingan yang tajam, penerapan strategi pemasaran secara efektif sangatlah diperlukan. Sebab dalam situasi seperti ini, pada kenyataannya hanya perusahaan-perusahaan yang mempunyai strategi pemasaran yang lebih dari perusahaan lain dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada, yang akan memperoleh bagian pasar lebih besar dari pasar yang ada.    
5.      Penerapan Strategi Pemasaran
Penerapan strategi pemasaran sebaiknya diorientasikan pada tiga hal pokok yaitu:
1.      Memilih konsumen yang dituju.
2.      Mengidentifikasikan keinginan mereka.
3.      Menentukan marketing mix.
Penerapan strategi tersebut merupakan rencana jangka panjang perusahaan yang digunakan sebagai pedoman bagi kegiatan pemasaran.
1.      Memilih konsumen yang dituju.
Langkah awal suatu perusahaan dalam menjalankan program pemasarannya adalah menetapkan konsumen yang dituju. Perusahaan harus dengan jelas menetapkan siapa yang menjadi konsumennya. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dipuaskan kebutuhannya.
Untuk menetapkan konsumen yang akan dituju dapat digunakan tiga macam alternatif strategi yang dapat ditempuh perusahaan yaitu:
a.       Undifferentiated Marketing adalah perusahaan berusaha meninjau pasar secara keseluruhan, memuaskan pada kesamaan-kesamaan dalam kebutuhan konsumen, dimana strategi ini didasarkan pada penghematan dan pengangkatan yang ditujukan pada segmen yang terbesar yang ada dalam pasar.
b.      Differentiated Marketing adalah perusahaan mencoba untuk mengidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli tertentu dengan membagi-bagi pasar ke dalam dua kelompok atau lebih, namun kekurangan dari strategi ini adalah biaya-biaya antara lain biaya riset dan pengembangan untuk memodifikasikan produk terdiri dari biaya produksi, biaya penyimpanan dan biaya promosi.
c.       Concentrated Marketing adalah perusahaan hanya memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok saja.
Dari ketiga hal di atas, maka umumnya perusahaan lebih suka memasuki beberapa segmen pasar untuk menghindari resiko-resiko yang harus mereka hadapi.
2.      Mengidentifikasikan Keinginan Konsumen
Kegiatan mengidentifikasikan kebutuhan konsumen membutuhkan saran yang tepat, yaitu mengadakan suatu riset pasar. Kegiatan riset pasar ini untuk mengetahui konsumen setelah membaginya dalam segmen-segmen tertentu, dibutuhkan suatu pengetahuan yang khusus dari biaya yang tidak sedikit. Sehingga nantinya akan diketahui selera konsumen dalam menentukan jenis produk yang mereka butuhkan, bentuknya, harganya dan lain-lain.
3.      Menentukan Marketing Mix
Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan gabungan elemen-elemen penting dalam pemasaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran seefektif mungkin.
Menurut Drs. Basu Swasta marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.

a.      Produk
Keterangan tentang produk mencakup bentuk pemasaran secara fisik, merek produk, pembungkus, garansi dan servis, serta penjualan. Untuk dapat membedakan pengertian jenis barang tersebut, maka akan penulis uraikan di bawah ini.
Barang konsumsi dibagi tiga golongan:
1.      Barang konsumsi adalah barang yang dibeli untuk konsumsi dengan pembelian berdasarkan kebiasaan membeli konsumen dan konsumen tersebut adalah konsumen akhir.
a.     Barang Confinience (barang yang mudah dipakai, dapat diubah-ubah  dimana saja). Contoh: sabun dan lain-lain.
b.   Barang Shopping (barang yang harus dicari dulu jika ingin membelinya). Contoh: tekstil, furniture dan lain-lain.
c.    Barang Spesial (barang yang memiliki ciri khas tertentu). Contoh; barang antik, kendaraan mewah.
2.      Barang industri adalah barang yang dibeli untuk diproses kembali atau dengan kata lain dipergunakan dalam kegiatan industri.
Barang industri dibagi dalam lima golongan:
1.      Bahan baku (merupakan bahan pokok untuk membuat barang lain). Contoh: kapas, besi.
2.      Komponen barang setengah jadi (merupakan barang sudah masuk proses produksi). Contoh: benang untuk dijadikan pakaian.
3.      Barang perlengkapan operasi (digunakan untuk membantu kelancaran proses produksi). Contoh: alat-alat perkakas untuk membentuk suatu barang.
4.      Instansi (Alat produksi utama untuk menghasilkan suatu produksi). Contoh: mesin tenun.
5.      Peralatan ekstra (peralatan yang dipakai untuk membantu instansi). Contoh: tip barang.
b.      Harga
Setelah penetapan jenis produk, maka langkah selanjutnya adalah penetapan harga. Untuk barang konsumsi lebih berorientasi pada permintaan, dengan asumsi bahwa bila harga dinaikkan maka permintaan akan berkurang dan apabila harga diturunkan, maka akan meningkatkan permintaan. Namun, tantangan, situasi dan kondisi yang mempengaruhi konsumen.
c.       Promosi
Promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk melaksanakan konsumen. Pada hakekatnya, kegiatan ini dibagi dalam bentuk atau variabel yaitu:
1.      Periklanan; bentuk persentase dan promosi non pribadi tentang ide, barang   dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2.      Personal selling; persentase lingkup dalam surat percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
3.      Publisitas; pendorong permintaan sasaran non pribadi untuk suatu produk jasa atau ide dengan menggunakan berita konvensional di dalam media massa.
4.      Promosi penjualan; kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publisitas-publisitas yang mendorong pembelian oleh konsumen dan efektivitas pengecer.
d.      Distribusi
Saluran distribusi merupakan sesuatu yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya kepada pemakai.
Penggunaan saluran distribusi ini tidak terlepas dari pertimbangan jenis transportasi yang efektif, juga pertimbangan perlunya pertanggungan resiko dan besarnya biaya yang diperlukan.
B.     Kerangka Berfikir
Perusahaan yang ingin berkembang dibidang usahanya, harus memperhatikan sistem penjualan dan strategi dalam memasarkan produk yang dihasilkannya. Dalam hal ini, setiap  perusahan mempunyai sistem penjualan dan strategi dalam memasarkan produknya. Secara umum penjualan dibagi menjadi dua, yaitu penjualan secara tunai dan penjualan secara kredit.
Penjualan secara tunai adalah membayar suatu barang atau jasa secara langsung kepada penjual dan lainya. Penjualan dengan cara kredit merupakan salah satu unsur dalam strategi pemasaran yang menghasilkan laba atau keuntungan yang besar. Dan pada saat ini banyak perusahaan yang menggunakan sistem tersebut.
Penjualan secara kredit sangat bermanfaat untuk semua kelas konsumen yaitu masyarakat. Sistem ini dapat merangsang respon konsumen berupa prilaku (behavioral response), karena perusahaan benar-benar mengerti apa yang diingikan dan dibutuhkan konsumen. Tetapi untuk sekarang ini, perusahaan furniture dan elekteronik yang menggunakan sistem ini, mereka sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan yang besar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa persoalan dan kesulitan yaitu persoalan  internal dari perusahaan itu sendiri maupun eksternal. Hal tersebut dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan perusahaan sekaligus mengancam kehidupan perusahaan atau kebangkrutan.
Oleh sebab itu, dengan adanya hal-hal tersebut perusahaan harus dapat menemukan solusi serta jalan keluar sehingga perusahaan dapat bersaiang untuk mendapatkan pelanggan dan konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan dan dijualnya.
Tetapi perusahaan juga harus teliti dan bijaksana dalam melayani konsumen, karena sedikit saja perusahaan merugikan dan mengecewakan konsumen, maka konsumen akan berpindah tempat dalam membeli produk. Dan mereka akan mencari perusahaan yang mempunyai fasilitas atau sistem penjualan yang lebih baik. Oleh sebab itu perusahaan harus bersikap sopan dan berhati-hati terhadap konsumen, karena konsumen dalam hal ini sangat jeli dan telitidalam menilai suatu perusahaan.
Konsumen akan merasa puas apabila penjual atau perusahan royal dalam sistem pelayanan terhadap konsumen. Dalam hal ini penjual harus bersikap ramah, tidak membeda-badakan dan baik terhadap konsumen. Begitupun sebaliknya, konsumen merasa tidak puas karena pelayanan yang diberikan penjual atau perusahaan tidak baik dan dapat merugikan konsumen. Oleh sebab itu, perusahaan harus memperhatikan sistem pemasaran atau penjualan dan sistem pelayanannya terhadap konsumen. Karena hal tersebut adalah salah satu strategi untuk memperoleh konsumen.
C.     Hipotesis
Berdasarkan kajian teoritis diatas, dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis bahwa :
Terdapat hubungan antara strategi pemasaran dengan peningkatan penjualan pada PT. COLUMBIA.



 Ajie Putra - 3EA10 Ekonomi Manajemen


METODE RISET BAB 1 - PENDAHULUAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Menurunnya  tingkat perekonomian di Indonesia belakangan ini merupakan dampak dari berbagai masalah, baik masalah internal maupun external. Adapun masalah internal yang dialami adalah akibat dari berbagai bencana alam yang menimpa Indonesia dan menyebabkan kerugian yang cukup banyak, sehingga berdampak pada melemahnya perekonomian Indonesia. Selain itu adanya ulah oknum yang tidak bertanggungjawab yang dengan sengaja menyalahg gunakan keuangan Negara untuk kepentingan pribadi maupun untuk hal-hal yang tidak begitu berguna bagi Negara. Selain masalah internal ada pula masalah external, yaitu adanya krisis global yang melanda Negara-negara maju seperti Amerika dan sebagian Negara-negara Eropa bahkan cina juga terkena dampaknya. Krisis global ini secara tidak langsung berpengaruh juga terhadap perekonomian Indonesia.
Meskipun perekonomian Indonesia sedang terpuruk, sebagai dampak dari masalah-masalah diatas. Ada sekelompok golongan usaha kecil menengah yang justru terus berkembang untuk meningkatkan usahanya dan memperluas jaringan keseluruh wilayah dengan mendirikan cabang-cabang kecil di desa-desa. Hal ini menyebabkan perekonomian Indonesia sedikit demi sedikit kembali normal. Usaha-usaha kecil ini semakin lama berkembang seiring dengan banyaknya usaha kecil lainnya yang muncul dan menyebabkan timbulnya persaingan dalam usaha. Hal ini sangat mengembirakan karena sejalan dengan cita-cita untuk membangun ekonomi kerakyatan.
Ditengah-tengah perkembangan ekonomi banyak perusahaan-perusahaan  memberikan kredit kepada masyarakat atau konsumen, serta pengusaha berlomba-lomba menguasai konsumen sebagai bentuk kepedulian mereka kepada masyarakat. Sekarang ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar membeli produk yang dihasilkan. Perusahaan yang tidak mencapai sasaranya banyak disebabkan oleh kurang tepatnya strategi pemasaran dan penjualan  yang digunakanya.
Berhasil atau tidaknya perusahaan sangat ditentukan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat bersaing dalam merebut konsumen dalam penerapan strategi penjualan dan pemasaran yang efektif. Apabila sistem penjualan tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka pelaksanaan yang baik pun tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti yang  diharapkan.
Penentuan sistem kredit ini sangat erat hubunganya dengan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan serta sangat menentukan dalam pemilihan taktik yang digunakan untuk melaksanakan strategi pemasaran dan penjualan tersebut agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum, sehingga perusahaan dapat terus berkembang. Pernerapan sistem kredit dalam perusahaan sangat berpengaruh dalam kinerja perusahaan yang bersangkutan. Sebab dalam penerapannya, posisi perusahaan dipasar potensial sangat dipengaruhi oleh berhasil atau tidaknya sistem pemasaran dan penjualan  yang digunakan. Hal ini juga merupakan sumber dana bagi kelangsungan hidup perusahaan untuk terus berkembang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Perusahaan yang bermutu tinggi dengan harga yang sama dengan pesaingnya tidak diragukan lagi untuk mengalahkan pesaingnya yang kurang berorientasi pada pelayanan. Bila perusahaan jasa tersebut mengalami perubahaan di bidang harga maka secara langsung perusahaan tersebut memberitahukan perubahaan itu kepada klien-klienya.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis ingin mengetahui lebih lanjut sejauh mana strategi pemasaran serta sistem  penjualan kredit dalam meningkatkan dan memajukan usaha khusunya pada PT.COLUMBIA yang akan dibahas dalam bentuk penulisan karya ilmiah dengan judul :
“Pengaruh Pengawasan Pemasaran Terhadap Peningkatan Penjualan Pada PT. COLUMBIA Cibubur”.
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:
1.      Strategi apa yang digunakan PT. COLUMBIA
2.      Seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap peningkatan penjualan PT. COLUMBIA
3.      Adakah hubungan antara strategi pemasaran dan peningkatan penjualan
4.      Eratkah hubungan antara strategi pemasaran dengan penigkatan penjualan
5.      Berapa besar peningkatan penjualan PT. COLUMBIA
6.      Penjualan apa yang dilakukan oleh PT. COLUMBIA
7.      Bagaiman pengaruh strategi pemasaran terhadap penigkatan penjualan PT. COLUMBIA
8.      Apakah penjualan PT. COLUMBIA meningkat
9.      Bagaimana penigkatan penjualan PT. COLUMBIA
Demikianlah penulis menetapkan perumusan masalah dalam karya ilimiah ini dengan tujuan agar dalam usaha pemecahannya nanti dapat lebih jelas dan singkat. 
C.     Pembatasan Masalah
Dari berbagai permasalahan yang telah di identifikasi di atas, maka permasalahan dibatasi pada “strategi pemasaran dan peningkatan penjualan PT. COLUMBIA”.
D.    Perumusan Masalah
Setelah mengemukakan identifikasi masalah, dan dapat dirumuskan masalahnya, maka akan dapat memudahkan dalam penelitian ini.  Rumusan masalah tersebut adalah :
1.      Bagaimanakah strategi pemasaran yang digunakan oleh PT. COLUMBIA Cibubur?
2.      Adakah hubungan antara strategi pemasaran dengan peningkatan penjualan PT. COLUMBIA Cibubur?

E.   Tujuan dan Kegunaan Penulisan
1.   Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian karya ilmiah ini adalah untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan penulisan ilmiah, yaitu :
a.       Untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan PT. COLUMBIA.
b.      Untuk mengetahui peningkatan penjualan kredit PT. COLUMBIA.
c.       Untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi pemasaran terhadap peningkatan penjualan yang diterapkan oleh PT. COLUMBIA.
2.   Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah :
a.       Bagi Peneliti
Mengharapkan agar menambah wawasan berfikir dan pengetahuan tentang strategi pemasaran terutama tentang “strategi pemasaran PT. COLUMBIA”.
b.      Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi PT. COLUMBIA dalam mengambil strategi pemasaran.
c.       Bagi Pembaca
Diharapkan agar dapat menambah wawasan bagi pembaca dan bisa dijadikan referensi.
F.   Sistematika Penulisan
BAB I       PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis membahas mengenai  pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah,  rumusan  masalah, pembatasan  masalah, tujuan penulisan, tujuan dan kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II      LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR      
Pada bab ini penulis membahas  mengenai landasan teori, penelitian yang relevan, kerangka berfikir.
BAB III    METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini penulis membahas mengenai tempat dan waktu penelitian, variable penelitian, populasi dan sample, metode pengumpulan data, instrument penelitian, dan teknis analisis data.
BAB IV     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis membahas mengenai karakteristik responden, deskripsi data, analisis persyaratan data, pengujian hipotesis penelitian, pembahasan atau interpretasi hasil penelitian
BAB V      PENUTUP
Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang kesimpulan dan saran sehubungan dengan hasil pembahasan masalah yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.
Adjie Putra - 3EA10 Ekonomi Manajemen

Wednesday, 16 November 2011

Dahatsu All New Xenia Indent!

Daihatsu All New Xenia sudah bisa diorder baik pembelian kredit maupun tunai. Namun beli saat ini, mobil baru sampai rumah Anda di Februari 2012.












Tak lama setelah peluncuran resmi Daihatsu All New Xenia yang dilakukan PT Astra Daihatsu Motor pada (9/11) kemarin. Para pelaku pemasaran (sales) produk mobil baik dari divisi legal Daihatsu maupun sales "serabutan" mulai bergeliat tawarkan All New Xenia kepada konsumennya.

Hal ini diketahui dari brosur spesifikasi serta harga (price list) yang disebar di tempat keramaian maupun melalui isi pesan singkat elektronik SMS (Short Messaging Service) dari handphone. Bahkan, Adjie Nugroho salah satu karyawan di dealer Daihatsu, Palmerah, Jakarta berani menjamin jika unit All New Xenia saat ini sudah bisa dipesan.

Namun untuk itu para pelanggan yang telah melakukan pemesanan harus bersedia untuk menunggu dari Desember (paling cepat) sampai Februari 2012 mendatang (paling lama).

Lain lagi, menurut Edy suplier mobil bekas dan mobil baru di bursa mobil Mangga Dua Square, Jakarta. Sejak All New Xenia dan All New Avanza resmi diluncurkan Rabu kemarin, dirinya mengaku mendapatkan telepon atau pesan singkat dari para pelanggannya untuk membeli kedua jenis mobil tersebut.

"Untuk saat ini untuk pemesanan kendaraan tersebut baru dapat turun ke customer sekitar Februari 2012. Tapi jika ingin unit readyagak cepat harganya mengalami upping price sekitar Rp 5 jutaan," tutup Edy sembari menambahkan semua keputusan dikembalikan lagi kepada konsumen. (ristuyana)

Adjie Putra - 3EA10 Ekonomi Manajemen

PENGARUH KELAS dan STATUS SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

PENGARUH KELAS dan STATUS SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Apa yang dimaksud Kelas Sosial? “Kelas sosial dapat didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda, sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah” dalam kata lain dimana antara yang kaya dan miskin. Kelas sosial merupakan bentuk segmentasi yang hierarkis dan alamiah, dikarenakan aspek hierarkis kelas sosial begitu penting bagi pemasar dan produsen untuk menentukan konsumen mana yang akan dituju dari produk yang telah diciptakan, apa untuk status yang lebih tinggi atau status yang lebih rendah. Memang disini begitu terlihat begitu ada ketidakadilan dan jarak terhadap konsumen, namun itu semua merupakan segmentasi yang alamiah karena semua sudah terjadi dan tercipta dengan sendirinya.



Pengaruh dari adanya kelas sosial terhadap perilaku konsumen begitu tampak dari pembelian akan kebutuhan untuk sehari-hari, bagaimana seseorang dalam membeli akan barang kebutuhan sehari-hari baik yang primer ataupun hanya sebagai penghias dalam kelas sosial begitu berbeda. Untuk kelas sosial dari status yang lebih tinggi akan membeli barang kebutuhan yang bermerek terkenal, ditempat yang khusus dan memiliki harga yang cukup mahal. Sedangkan untuk kelas sosial dari status yang lebih rendah akan membeli barang kebutuhan yang sesuai dengan kemampuannya dan ditempat yang biasa saja. Adapun yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan, pendidikan dan penghasilan. Sebagai contoh pengaruh kelas sosial terhadap perilaku konsumen dalam ukuran penghasilan untuk berlangganan surat kabar / majalah seperti Tabel berikut :

Tabel 1. 
Penghasilan rata-rata rumah tangga para pembaca dan berbagai terbitan pilihan

Surat Kabar / Majalah                         Penghasilan Rumah Tangga Rata-Rata ($)
Wall Street Journal                                                      86.109,4
New York Times Daily                                               78.075,5
Time                                                                            52.283,5
National Geographic                                                   49.561,4
Playboy                                                                       39.759,1
Ebony                                                                          27.744,8
True Story                                                                   17.426,1

Peranan dan Status
Sepanjang kehidupan, seseorang akan terlibat dalam beberapa kelompok baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya  : keluarga, klub dan organisasi. Kedudukan seseorang dalam setiap kelompok dapat diartikan sebagai Peranan dan Status.
a.    
      Faktor Pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia dan daur hidupnya, pekerjaannya, kondisi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.
     
      Faktor Psikologis
Pilihan seseorang membeli juga dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi belajar, kepercayaan dan sikap. Motivasi seperti yang diterangkan oleh teori Robert Maslow: Dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (lapar, haus), disusul kebutuhan-kebutuhan keselamatan (perasaan aman, perlindungan), kemudian kebutuhan-kebutuhan sosial (perasaan menjadi anggota lingkungan dan dicintai), selanjutnya kebutuhan-kebutuhan untuk dihargai (harga diri, pengakuan, status) dan mengkerucut ke kebutuhan-kebutuhan pernyataan diri (pengembangan dan perwujudan diri).



            Sebenarnya semua masyarakat manusia menunjukan stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa sistem kasta seperti di masyarakat India tradisional, di mana anggota dari kasta yang berbeda dibesarkan untuk peraran-peranan tertentu dan tidak dapat mengubah keanggotaan kasta mereka. Yang lebih lanjut adalah stratifikasi dalam bentuk kelas sosial. Kelas sosial udalah divisi atau .

Kelas-kelas sosial ini menunjukan kecenderungan penggunaan produk dan merek dalam bidang-bidang ter-tentu seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan pada waktu luang, dan kendaraan. Beberapa pemasar memfokuskan usaha mereka pada satu kelas social. Misalnya kios pakaian di asar malam yang berfokus pada pelanggan kelas menengah dan bawah.

Dikutip dari :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/pengaruh-kelas-sosial-terhadap-perilaku-konsumen/
http://raditaanggraeni.blogspot.com/2010/12/faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen/
dan hasil editan sendiri

Adjie Putra - 3EA10 Ekonomi Manajemen

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Penelitian mengenai budaya menjadi sangat penting karena budaya mempengaruhi keseluruhan masyarakat itu sendiri. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai konsep dasar dari budaya dengan beberapa penerapan budaya serta pengaruhnya terhadap perilaku konsumen.



Apakah Budaya itu?
Dalam kaitannya dengan perilaku konsumen, budaya dapat didefinisikan sebagai sejumlah total dari beliefs, values, dan customs yang dipelajari yang ditujukan pada perilaku konsumen dari anggota masyarakat tertentu. Lebih luas lagi, baik values maupun beliefs merupakan konstruk mental yang mempengaruhi sikap yang kemudian berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang untuk bertindak terhadap perilaku tertentu.

Misalnya: seorang konsumen memilih antara mobil Volvo dan Jaguar. Ketika memilih, dia akan menggunakan values dan beliefs yang berupa persepsi terhadap kualitas yang akan didapat dan persepsi mengenai negara penghasil mobil itu sendiri.

Berbeda dengan values dan beliefs yang menjadi pedoman berperilaku, customs atau kebiasaan terdiri dari perilaku rutin sehari-hari yang merupakan cara berilaku yang dapat diterima. Contoh dari customs adalah memberikan gula pada minuman. Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu marketer dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap produk mereka.

Pengaruh Budaya yang Tidak Disadari
Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu.”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika kita berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan kita, kita baru menyadari bagaimana budaya telah membentuk perilaku kita. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya kita sendiri bila kita berhadapan dengan budaya yang berbeda. Misalnya, di budaya yang membiasakan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa itu kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan menggosok gigi dua kali sehari.

Kalimat dibawah ini akan membantu untuk memahami ilustrasi di atas:
Konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan cultural framework yang mereka miliki. Setiap individu mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri.

Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan
Budaya ada untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “tried-and-true” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial.
Misalnya: Budaya memberikan peraturan dan standar mengenai kapan. Kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap jam-jam makan.
Values, beliefs dan customs terus yang dapat memuaskan kebutuhan akan terus diikuti. Dan yang tidak memberikan kepuasan akan digantikan atau dimodifikasi.

Budaya dapat Dipelajari
Tidak seperti karakteristik biologis, budaya dapat dipelajari. Sejak kita masih kecil, kita mulai mendapat beliefs, values dan customs, dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya kita.

Bagaimana Budaya Dipelajari?
Para ahli antropologi telah menemukan 3 cara yang berbeda dari cultural learning:
Formal Learning: orang dewasa dan teman bermain yang lebih tua mengajari enggota keluarga yang lebih muda tentang bagaimana cara berperilaku.
Informal Learning: Anak belajar dengan meniru perilaku keluarga, teman atau pahlawan TV
Technical Learning: Sekolah yang mengajarkan apa yang harus dilakukan, kenapa hal itu dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.
Dalam dunia industri, perusahaan periklanan cenderung memilih cara informal learning dengan memberikan model untuk ditiru masyarakat. Pengulangan iklan akan membuat values dan beliefs dalam masyarakat. Biasanya iklan sebuah produk akan mengulang-ulang kembali apa yang menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Iklan tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk, namun dapat juga memepengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai ekspektansi tentang keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu.

Enkulturasi dan Akulturasi
Ketika membahas sifat akuisisi dari budaya, para ahli antropologi memaparkan adanya enkulturasi dan akulturasi. Enkulturasi adalah pembelajaran dari budaya asalnya. Pembelajaran budaya yang baru dinamakan akulturasi.

Bahasa dan Simbol
Untuk memahami budaya setempat, masyarakat harus dapat berkomunikasi satu dengan yang lain melalui bahasa. Tanpa bahasa, shared meaning tidak akan ada, dan komunikasi yang sebenarnya juga tidak akan ada.

Untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan konsumen, marketer sebaiknya menggunakan simbol untuk menyampaikan imej dari produk. Simbol ini bisa berarti verbal maupun nonverbal. Simbol yang verbal biasanya menggunakan televisi, pengumuman atau iklan di majalah. Simbol nonverbal biasanya menggunakan warna, bentuk,dll. Namun simol memiliki beberapa arti sehinggan kita harus benar-benar meyakinkan bahwa simbol itu dapat mewakili imej produk.

Ritual
Ritual adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang.
Ritual disampaikan selama kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Ritual ini bisa jadi sangat publik atau bahkan sangat domestik. Hal yang penting dari ritual ini untuk parra marketer adalah fakta bahwa ritual cenderung penuh dengan produk yang berasosiasi dengan ritual itu sendiri. Misalnya: natal, berasosiasi dengan ohon cemara. Dan untuk ritual-ritual misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan sebagai perlengkapan.

Culture Is Shared
Untuk dipertimbangkan oleh masyarakat sebagai karakteristik cultural maka, belief dan value harus disebarkan kepada masyarakat sehingga kultur secara perlahan dianggap sebagai kebiasaan suatu kelompok yang berhubungan dengan anggota masyarakat. Dan tentu saja bahasa adalah komponen yang dapat digunakan untuk menyebarkan value, pengalaman, dan kebiasaan. Beberapa institusi sosial dalam masyarakat mengirimkan beberapa elemen dari kultur dan menyebarkan realitas budaya. Dan pemimpin dari berbagai institusi tersebut adalah keluarga yang berperan sebagai agen primer dari enculturation yang memberikan basic cultural belief, value, dan kebiasaan kepada anggota sosial baru. Yang termasuk di dalamnya adalah arti uang, hubungan antara uang denagn kualitas barang, product taste, pilihan atas sesuatu, dan habit.

Institusi sosial yang berperan besar dalam transfer kultur dalam masyarakat tidak lepas dari peran mass media baik itu mass media cetak maupun elektronik yang memang menyebarkan informasi dalam format yang menarik sehingga tidak mengherankan mass media adalah alat yang tepat dalam memperluas nilai-nilai budaya. Dapat kita lihat dalam berbagai mass media baik cetak maupun elektronik terdapat berbagai macam ikalan yang menawarkan sesuatu. Semakin banyaknya iklan ini karena banyaknya jumlah orang yang melihat dan membaca mass media, yang memudahkan marketer untuk menyebarkan nilai-nilai budaya secara lebih efektif. Vanity Fair, Wine Spectator, dan Martha Steward Living adalah contoh perusahaan yang menyebarkan nilainya lewat majalah. Mereka memberikan informasi kepada pelanggan tentang bagaimana berpakaian, mendekorasi rumah, dan berbagai tips lainnya.



Culture Is Dynamic
Karena masyarakat berkembang dan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat cepat maka kemungkinan keadaan masyarakat pun berubah. Oleh karena itulah marketer harus memonitor masyarakat secara lebih seksama dalam usaha untuk menjual produk yang ada lebih efektif atau mengembangkan dan memproduksi produk baru. Tentu saja ini bukanlah tugas yang mudah karena ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan masyarakat. Misalnya, banyak wanita Amerika yang meninggalkan peran kewanitaanya karena merasa anak adalah beban baginya, bentuk tubuhnya pun menjadi jelek, selain itu dengan bekerja ia tidak harus menunggu suaminya untuk dapat membeli barang-barnag mahal yang diingininya.
Perubahan dalam masyarakat ini berarti marketer harus mempertimbangkan kembali mengapa konsumen sekarang melakukan hal yang dilakukannya, siapakah yang menggunakan produknya, kapan mereka berbelanja, bagaimana dan dimana mereka dapat tersenth oleh media, dll. Marketer yang memonitor cultural changes juga biasanya mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keuntungan perusahannya.

The Measurement of Culture

Content Analysis
Sebagaimana namanya, fokus dari content analysis ini adalah kandungan pesan dalam komunikasi verbal, tertulis, dan majalah bergambar. Content analysis dapat digunakan sebagai alat yang relatif objektif dalam menentukan perubahan sosial dan kultural yang telah terjadi dalam masyarakat tertentu atau sebagai alat untuk membandingkan aspek-aspek dari dua masyarakat yang berbeda. Content analysis dilakukan pada 263 iklan yang menunjukkan 8 issue dari majalah Seventeen, 4 issue tentang remaja Jepang dan 4 lagi tentang remaja Amerika. Dan didapatkan bahwa ada perbedaan antara remaja Jepang denagn remaja Amerika, remaja Amerika cenderung mandiri dan berketetapan hati sedangkan remaja Jepang lebih ceria, senang bermain, imagenya seperti childlike girlish.

Consumer Fieldwork
Ketika mempelajari suatu masyarakat, antropolog biasanya masuk dalam lingkungan tersebut dan hal yang sama dapat dilakukan ketika researcher ingin mempelajari perilaku masyarakat dengan berinteraksi langsung dengan konsumen atau masuk dalam dunia konsumen yang biasa disebut dengan consumer fieldwork. Berdasarkan pengamatannya, peneliti dapat mengambil kesimpulan tentang value, belief, dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang ditelitinya. Karakteristik dari field observation adalah mengambil tempat di setting natural, statusnya tidak disadari oleh subjek penelititan, dan fokusnya adalah pada perilaku konsumen.

Dalam keadaan tertentu, penelti apat menjadi participant observer yaitu mereka menjadi anggota aktif dari lingkungan yang dipelajarinya. Misalnya untuk mempelajari cara konsumen memilih computer software maka peneliti berperan menjadi sales di toko komputer.Teknik lain yang biasa dipilih adalah depth interview dan focus group discussion yang biasanya digunakan untuk mendapatkan kesan pertama dari perubahan sosial dan cultural.

Value Measurement Survey Instrument
Peneliti biasanya menggunakan value instrument untuk menanyakan kepada orang tentang perasaannya tentang basic personal dan konsep-konsep sosial seperti kebebasan, kenyamanan, keamanan nasional dan perdamaian. Berbagai value instrument yang terkenal adalah Rokeach Value Survey, the List of Values (LOV), dan the Values and Lifestyles (VALS).

Rokeach Value Survey adalah sebuah instrument yang dibagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama terdiri dari 18 item-item terminal value yang didesain untuk mengukur pentingnya personal goal, sedangkan bagian kedua terdiri dari 18 item instrumental value yang mengukur cara yagn diraih individu untuk mencapai tujuan akhirnya itu. Bagian pertama berhubungan denagn tujuan akhir sedangkan bagian kedua berhubnbungan denagn alat untuk mencapai tujuannya itu.

LOV adalah sebuah alat yang juga didesain untuk meneliti personal value dari konsumen. Skala LOV meminta konsumen untuk mengidentifikasi dua value yang dirasa paling penting dari 9 value yang disediakan yang berdasar pada terminal value dari Rokeach Value Survey.

Nilai-nilai Inti Budaya Amerika
Mengetahui budaya Amerika merupakan pekerjaan yang sulit karena Pertama, Amerika merupakan Negara dengan banyak perbedaan, terdiri dari bermacam-macam subkultur baik agama, suku, daerah, ras dan kelompok ekonomi yang masing-masing memiliki interpretasi dan respon tersendiri terhadap kepercayaan dan nilai-nilai sosial. Kedua, Amerika merupakan Negara dengan kehidupan social yang dinamis. Perubahan sosial ini disebabkan oleh perkembangan teknologi baru.

Untuk mengetahui Nilai-nilai Inti budaya Amerika , ada beberapa petunjuk yang digunakan, yaitu :

Nilai tersebut harus diresapi sebagai petunjuk bagi sikap.
Harus abadi. (tidak terbatas pada waktu).
Harus berhubungan dengan konsumen, sehingga membantu untuk memahami perilaku konsumsi penduduk Amerika.

Dikutip dari :
dan hasil editan sendiri

Adjie Putra – 3EA10 Ekonomi Manajemen