Monday, 3 October 2011
ANALISIS JURNAL 2 - Metode Riset
Judul, Nama Pengarang, Tahun
Dampak Teknologi terhadap Kehidupan Manusia (Kecebong, Tahun 2008)
Tema
Kehadiran Teknologi Di Masyarakat
Latar Belakang Masalah
a. Fenomena
Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.
Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.
Secara singkat, kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
b. Penelitian
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Salah satu tanda-tandanya menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
c. Motivasi Penelitian
Untuk mengetahui dampak dari pemanfaatan teknologi terhadap kehidupan masyarakat Sejauh apa dampak teknologi mempengaruhi beberapa sektor kehidupan bermasyarakat
Masalah
ü Apakah dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia?
ü Bagaimana tanggapan masyarkat terhadap teknologi yang diterima?
Tujuan Penelitian
û Untuk mengetahui apa saja dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia.
Metodelogi
Data-Data (Sampel)
ANALISIS JURNAL 1 - Metode Riset
Judul, Nama Pengarang, Tahun
Dampak Teknologi Informasi pada sektor Ekonomi Perusahaan (Fauzi Azhari, Tahun 2010)
Tema
Kehadiran Teknologi Di Masyarakat
Latar Belakang Masalah
a. Fenomena
Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kini dapat dirasakan hampir di setiap aspek kehidupan di dalam masyarakat. Salah satu contohnya, teknologi internet, kini internet sudah masuk didalam kehidupan masyarakat. Atau bahkan dapat dikatakan, kini internet tidak lagi sebagai keinginan namun sudah menjadi suatu kebutuhan di dalam masyarakat. Dan hal ini terjadi dikarenakan komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang sangat mendasar di alam kehidupan bermasyarakat.
Teknologi internet berkembang dan menyatu dalam sebuah “dunia” atau “ruang maya” atau sering disebut sebagai cyber-space, sebuah dunia atau tempat orang dapat berkomunikasi, ‘bertemu’, dan melakukan berbagai aktivitas ekonomi/bisnis. informasi telah berubah bentuk menjadi suatu komoditi yang dapat diperdagangkan. Keadaan ini terbukti dengan semakin berkembangnya bisnis pelayanan informasi, seperti stasiun televisi, surat kabar, radio dan internet yang telah memasuki sendi-sendi kehidupan manusia.
Perubahan lingkungan yang pesat, dinamis dan luas tersebut didukung oleh kemajuan teknologi informasi disegala bidang. Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.
b. Penelitian
Untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi, maka diusahakan beberapa tindakan. Masalah resistance to change harus dihilangkan karena hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas, meningkatkan angka absensi, dan mengurangi motivasi atau pemogokan kerja (Gordon, 1993). Untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan, Gordon menyarankan agar anggota organisasi atau pekerja dilibatkan dalam pelaksanaan tugas tertentu dan menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas anggota organisasi.
Selain itu perlu memberikan kesadaran pada karyawan bahwa penggunaan teknologi informasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menunjukkan kelemahan sistem lama. Selanjutnya Gordon mengajukan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi resistance to change terhadap perubahan implementasi teknologi informasi, antara lain communication (komunikasi), educational program (program pendidikan), evolusional change (perubahan menyeluruh), employee involment (peningkatan karyawan), new policies and procedures (tata cara baru), staff change (perubahan karyawan), temporary structure dansteering committee (perubahan komunitas secara berkala).
c. Motivasi Penelitian
Pemanfaatan Teknologi dan Informasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi sektor perusahaan-perusahaan yang sangat memerlukan kehadiran IT di dalamnya.
Masalah
ü Apa dampak positif dan negatif IT pada ekonomi perusahaan?
ü Bagaimana pengaruhnya bagi perusahaan itu sendiri terhadap adanya IT yang kian membanjiri sektor perusahaan sekarang ini?
Tujuan Penelitian
Ø Menguraikan Masalah dan pemecahannya akibat perkembangan IT
Ø Mencari tahu seberapa besarkah pengaruh IT di sektor ekonomi perusahaan
Metodelogi
Data-Data
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu data penelitian yang bukan angka. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang berasal langsung dari objek penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah industri manufaktur yang terdaftar di beberapa perusahaan di Jakarta. Metode statistik yang digunakan untuk menguji adalah regresi berganda atau multiple regresi.
Variabel
Variabel yang digunakan terdiri dari lima variabel independent yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial, minat pemanfaatan SI, kondisi yang memfasilitasi pemanfaatan SI dan dua variabel dependent yaitu penggunaan SI dan minat pemanfaatan SI.
Tahapan Penelitian
Desain penelitian ini adalah survey yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan faktor sosial terhadap minat pemanfaatan SI.
Model Penelitian
Penelitian mengenai SI telah menguji perilaku pengguna dan penerimaan sistem dari berbagai perspektif. Dari berbagai model yang telah diteliti Technology Acceptance Model (TAM) menawarkan sebagai landasan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku pemakai dalam penerimaan dan penggunaan SI. Model TAM berasal dari teori Psikologis untuk menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi. Yang berlandaskan pada kepercayaan (belief), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Tujuan model ini adalah untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari perilaku penggunaan teknologi informasi terhadap penerimaan penggunaan tekonologi informasi itu sendiri.
Hipotesis
Berdasarkan uraian teoritis dan beberapa peneitian maka diperoleh hipotesis dari berbagai permasalahan yang telah disebutkan diatas, antara lain :
H1 : Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI
H2 : Ekspektasi usaha mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI
H3 : Faktor sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI
H4 : Kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaaan sistem informasi.
H5 : Minat pemanfaatan sistem informasi mempunyai positif signifikan terhadap penggunaan SI
Hasil dan Analisis
Berdasarkan bukti-bukti empiris yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfataan SI artinya responden yakin bahwa dengan menggunakan sistem akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya. Begitu pula variabel ekspektasi usaha berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaaatan SI berarti responden akan memanfaatkan SI apabila mereka merasa bahwa SI tersebut mudah dan tidak memerlukan upaya (tenaga dan waktu) yang banyak dalam mengoperasikannya.
Kemudian faktor sosial juga berpengaruh positif tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan terhadap minat pemanfaatan SI. Hal ini bearti bahwa lingkungan sosial di sekitar responden seperti teman sekerja, manajer senior, pimpinan dan organisasi tidak mendukung atau tidak mempengaruhi mereka dalam memanfaatkan SI dan pemanfaatan sistem tidak akan meningkatkan status mereka. Sedangkan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terbukti hanya mempunyai pengaruh positif dan signnifikan terhadap penggunaan SI
Sunday, 2 October 2011
Beberapa Tips agar Jualan Melalui Online Laris Manisss
1. Social Network
Facebook, hampir semua orang memilikinya. Baik orang dewasa, anak sekolah bahkan orang tua kini sudah terhubung di jaringan sosial network ini. Dulunya juga sudah pernah ada Friendster yang sempat tenar di bumi pertiwi tapi untuk sekarang yang sedang populer yaitu Facebook dan Twitter. Pastikan Anda punya Fanpage Facebook sendiri yang memajang produk-produk online Anda.
Kelebihan lain dari Facebook adalah tombol share. Kekuatan tombol Share memang benar-benar ajaib, hanya cukup dengan sekali klik saja, Anda bisa mengirimkan promo-promo Anda ke semua orang yang terhubung dengan jaringan Anda. Ini artinya Anda menjadi satu langkah lebih dekat dengan para calon konsumen. Selain itu juga ada fitur Like This. Fitur ini baik yang ada di Facebook ataupun di website-website yang terhubung dengan Facebook Connect akan memudahkan produk Anda dilirik. Setiap ‘acungan jempol’ yang diberikan pada satu produk, akan meningkatkan kepopuleran produk itu sendiri.
Ada lagi, Facebook Chat namanya, ini bisa membuat Anda terhubung langsung dan bisa berkomunikasi tanya jawab, bila ada calon konsumen yang ingin membeli produk Anda tapi masih ragu. Saatnya Anda ‘rayu’ para konsumen supaya mau membeli produk Anda.
2. Website Mobile
BlackBerry, iPhone dan Android, ketiganya kini sedang populer di pasaran alat telekomunikasi, tak terkecuali di Indonesia. Jangan ragu untuk memulai kesuksesan toko online dari website mobile, kemudahan yang didapatkan oleh calon konsumen adalah bagaimana cara mereka mendapatkan informasi produk yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat. Kalau Anda berada di waktu dan posisi yang tepat, tentunya pelanggan tak akan ragu untuk memesan produk yang mereka cari di toko online Anda. Maka dari itu, punya toko online yang bisa diakses melalui ponsel akan jauh lebih baik, karena kekuatan segi marketing Anda akan memperluas wilayah pemasaran Anda juga.
Ketika Anda bingung bagaimana caranya agar lebih meluaskan domain dari toko online Anda, jangan ragu untuk mendaftarkannya ke direktori-direktori bisnis online, ada banyak sekali website dimana Anda bisa memasang iklan secara gratis sambil memajang produk Anda. Semakin banyak iklan produk Anda pasang di internet, semakin besar pula kemungkinan konsumen bisa menemukan produk yang Anda jual.
3. Search Engine Optimization (SEO)
Hanya membuka lapak di toko online sendiri, tentu sudah banyak orang yang melakukannya. Agar toko online Anda menjadi lebih ramai dikunjungi, jangan malas untuk beriklan di website-website lainnya, sehingga akan membuat trafik Anda menjadi naik dan akan semakin sering didatangi darimana saja.
Baik berjualan secara real ataupun online, harga memang prioritas paling utama, apalagi untuk konsumen yang punya budget pas. Harga mungkin akan menjadi yang paling sering dilirik, karena biarpun produk yang Anda jual bagus, tapi kalau di toko sebelah, harganya lebih murah, maka siap-siap kehilangan pelanggan. Biasakan update informasi mengenai harga produk-produk online Anda secara berkala, bisa jadi akan membuat Anda lebih tahu mengenai kisaran harga yang pantas dan waktu yang cocok untuk menawarkan diskon.
5. User Friendly
Sederhana, mudah dan minimalis. Rasanya ketiga hal ini menjadi tren di toko-toko online di luar negeri. Semakin sederhana, end user akan semakin mudah untuk mengakses toko online Anda. Tentu para calon konsumen akan lebih nyaman berbelanja di toko online yang mudah dimengerti cara aksesnya ketimbang yang rumit dan banyak gambar penuh sesak di pampang di sana. Tak jarang banyak calon konsumen yang belum terlalu paham internet, namun ingin mencoba belanja online.
Dikutip dari www.google.com
Selengkapnya dapat dilihat di : http://blog.fastncheap.com/13-trik-mujarab-jualan-online-agar-laris-manis/#more-6658
Adjie Putra H - 3EA10 Ekonomi Manajemen
ARTIKEL PERILAKU KONSUMEN
PERILAKU KONSUMEN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
PERILAKU KONSUMEN DAN TINDAKAN PEMASARAN
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Dua tipe yang lain dari proses pembelian konsumen dimana konsumen tidak terlibat atau keterlibatan kepentingan yang rendah dengan barangnya adalah tipe pengambilan keputusan terbatas dan proses inertia. 2. Proses “ Limited Decision Making “. Konsumen kadang-kadang mengambil keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak direncanakan, biasanya dilakukan seketika berada dalam toko. Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila resikonya minimal. Catatan proses pengambilan keputusan adalah lebih kepada kekhasan konsumen daripada kekhasan barang. Karena itu tingkat keterlibatan kepentingan dan pengambilan keputusan tergantung lebih kepada sikap konsumen terhadap produk daripada karakteristik produk itu sendiri. Seorang konsumen mungkin terlibat kepentingan memilih produk makanan sereal dewasa karena nilai nutrisinya, konsumen lain mungkin lebih menekankan kepada kecantikan dan menggeser merek dalam mencari variasi. 3. Proses “ Inertia “. Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek. Robertson berpendapat bahwa dibawah kondisi keterlibatan kepentingan yang rendah “ kesetiaan merek hanya menggambarkan convenience yang melekat dalam perilaku yang berulang daripada perjanjian untuk membeli merek tersebut” contoh pembelian sayur dan kertyas tisu.
Keempat proses tersebut digambarkan sebagai berikut :
Pengambilan keputusan konsumen menghubungkan konsep perilaku dan strategi pemasa ran melalui penjabaran hakekat pengambilan keputusan konsumen. Kriteria apa yang digunakan oleh konsumen dalam memilih merek akan memberikan petunjuk dalam manajemen pengembangan strategi. Pengambilan keputusan konsumen adalah bukan proses yang seragam. Ada perbedaan antara pengambilan keputusan dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang tinggi dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang rendah.
I. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG KOMPLEK ( COMPLEKS DECISION MAKING) Untuk memahami keputusan yang komplek maka perlu dipahami hakekat keterlibatan konsumen dengan suatu produk. Kondisi keterlibatan konsumen akan suatu produk, apabila produk tersebut adalah :
Tipe Keterlibatan :
PERILAKU KONSUMEN DAN TINDAKAN PEMASARAN
CONSUMER BEHAVIOR AND MARKETING ACTION Premise dalam buku ini menyatakan bahwa strategi pemasaran harus berlandaskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen.
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1).Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh ;
Kebutuhan konsumen, Persepsi atas karakteristik merek, dan Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2).Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan (
3. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
Marketing strategy Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah : Barang, Harga, Periklanan dan Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.
Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek.
Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tipologi pengambilan keputusan konsumen : 1. Keluasan pengambilan keputusan ( the extent of decision making) Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan informasi dan evaluasi pilihan merek. Disisi lain, sangat sedikit atau tidak ada keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen dipuaskan dengan merek khusus dan pembelian secara menetap. 2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi ke yang rendah. Keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi adalah penting bagi konsumen. Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi. Dalam beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara hati-hati diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen. Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. Dalam hal ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk pencarian informasi tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan yang luas. Dengan demikian, keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “ a limited process of decision making”. Pengambilan keputusan vs kebiasaan dan keterlibatan kepentingan yang rendah vs keterlibatan kepentingan yang tinggi menghasilkan empat tipe proses pembelian konsu men. EMPAT TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN : 1. Proses “ Complex Decision Making “, terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli sistem fotografi elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk men gevaluasi dan mempertimbangkan piihan beberapa merek dengan menetapkan kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan resolusi untuk sistem kamera elektronik, dan untuk mobil adalah hemat, daya tahan tinggi, dan peralatan. Subjek pengambilan keputusan yang komplek adalah sangat penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran. 0. Proses “ Brand Loyalty “. Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Contoh pembelian sepatu karet basket merek Nike atau sereal Kellogg,s Nutrific. Dalam setiap kasus disini pembelian adalah penting untuk konsumen, sepatu basket karena keterlibatan kepentingan dalam olah raga, makanan sereal untuk orang dewasa karena kebutuhan nutrisi. Loyalitas merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu. Sehingga, pencarian informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting keberadaannya dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.
Keempat proses tersebut digambarkan sebagai berikut :
Pengambilan keputusan konsumen menghubungkan konsep perilaku dan strategi pemasa ran melalui penjabaran hakekat pengambilan keputusan konsumen. Kriteria apa yang digunakan oleh konsumen dalam memilih merek akan memberikan petunjuk dalam manajemen pengembangan strategi. Pengambilan keputusan konsumen adalah bukan proses yang seragam. Ada perbedaan antara pengambilan keputusan dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang tinggi dan keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang rendah.
I. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG KOMPLEK ( COMPLEKS DECISION MAKING) Untuk memahami keputusan yang komplek maka perlu dipahami hakekat keterlibatan konsumen dengan suatu produk. Kondisi keterlibatan konsumen akan suatu produk, apabila produk tersebut adalah :
1. Penting bagi konsumen karena image konsumen sendiri, misalnya pembelian mobil sebagai simbol status.
2. Memberikan daya tarik yang terus menerus kepada konsumen, misal dalam dunia mode ketertarikan konsumen model pakaian.
3. Mengandung resiko tertentu, misal resiko keuangan untuk membeli rumah, resiko teknologi untuk pembelian komputer.
4. Mempunyai ketertarikan emosional, misal pencinta musik membeli Sistem stereo yang baru. 5. Dikenal dalam kelompok grupnya atau “ badge “ value dari barang yang bersangkutan, seperti jaket kulit, mobil marsedes atau scarf dari Gucci. Gambar 2.1 Model keterlibatan konsumen :Tipe Keterlibatan :
1. Situational involvement. Terjadi hanya dalam situasi khusus dan sementara dan umumnya bila pembelian itu dibutuhkan. Misalnya keputusan mengambil pendidikan MBA adalah karena kabutuhan untuk pekerjaan.
2. Enduring involvement, terus menerus dan lebih permanen umumnya terjadi karena ketertarikan yang berlangsung terus dalam kategori produk, walaupun pembelian itu dibutuhkan atau tidak, misalnya ketertarikan pada baju. Baik enduring maupun situational involvement merupakan hasil proses pengambilan keputusan yang kompleks. “Badge” value adalah suatu kondisi dimana mencakup keterlibatan situasional dan keterlibatan yang menetap.
Dikutip dari : www.google.com dan diedit seperlunya
Adjie Putra H - 3EA10 Ekonomi Manajemen
Monday, 26 September 2011
ANALISIS JURNAL 3 - METODE RISET
ANALISIS JURNAL
JUDUL
“ISUZU PANTHER BANYAK DICARI”
MMS Mobilindo, Jl. Raya Jatiwaringin No.17 Pd. Gede, Bekasi
September 2011
TEMA
MOBIL BEKAS MASIH BANYAK PEMINAT
LATAR BELAKANG MASALAH
ü FENOMENA
Mungkin anda semua masih ingat dengan iklan “Panther, Rajanya Diesel!” pada awal hingga pertengahan 1990an, icon mobil keluarga dengan bermesin diesel tersebut sempat menjadi “Raja” karena bersaing ketat dengan Toyota Kijang Kapsul yang saat itu masih menguasai pasar. Sesuai dengan iklannya, yang berarti mengusut mesin diesel, Isuzu Panther memang cukup fenomenal. Keberadaan Toyota Kijang sempat terancam karena Panther memang memiliki banyak peminat yang ingin mencoba sesuatu yang baru dibandingkan dengan Toyota Kijang.
"Panther pertama kali lahir tahun 1991 silam," terang Presdir PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Johannes Nangoi di Bogor, beberapa waktu lalu. Mengusung mesin diesel 2300 CC yang pada saat itu merupakan mesin yang cukup besar. Ketika akan dikembangkan, mobil ini memiliki kode AUV yang merupakan singkatan dari Asian Utility Vehicle. "Dari namanya saja sudah jelas kalau mobil ini memang sengaja diciptakan oleh Isuzu Jepang untuk pasar Indonesia dan Asia, jadi kita beruntung jadi tempat lahir Panther," ujar Johannes.
Sebab mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) sudah sejak lama diprediksi akan menjadi mobil favorit bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Karena mobil ini menurut Johannes termasuk serba guna dan mampu mengangkut banyak barang dan penumpang. Banyak konsumen yang memilih mobil jenis Panther karena serbaguna, bertenaga dan cukup irit untuk mesin diesel di kelasnya. Dibandingkan dengan rival terberatnya yaitu Toyota Kijang dan setelah beberapa tahun berselang smuncul Mitsubishi Kuda, Panther tetap memiliki penggemar tersendiri yang sepertinya konsumen lebih tertarik untuk meminangnya.
ü RISET / PENELITIAN
Sejak pertama kali diluncurkan pada 1991, kini Isuzu Panther sudah memiliki 4 generasi. Generasi pertama lahir di tahun tersebut dan memiliki beberapa tipe dan sepesifikasi seperti bermesin 4 silinder 2300 CC dengan kode body TBR 52, bertipe Standard, Total Assy, Royal dan yang paling tinggi adalah tipe Hi Grade.
Generasi kedua lahir pada tahun 1996 dengan kode body TBR-54, bermesin lebih bertenaga yaitu 2500 CC 4 silinder dengan berbagai macam tipe antara lain royal, Grand Royal, Hi Grade, Hi Sporty dan New Hi Grade untuk tipe paling mewah. Tidak lupa pula bahwa pada generasi kedua ini Panther telah mengadopsi mesin Injection yang pastinya lebih hemat bahan bakar namun tetap kencang karena berbekal mesin 2500 CC. Mantap!
Kemudian pada Generasi ketiga (sekitar tahun 2000-2004) terjadi perubahan yang cukup drastis, model Panther yang sebelumnya terkesan kotak kini lahir dengan lebih modern, lebih panjang dan lebih luas. Interior dan Eksterior tidak luput dari perubahan. Dengan menggunakan jenis mesin yang masih sama yaitu 2500 CC, mampu menghasilkan 86 tenaga kuda. Apalagi pada generasi ini, terdapat tipe Grand Touring yang berbekal mesin Turbo sebagai pelengkap perjalanan anda.
Sementara generasi keempat lahir tahun 2004 hingga sekarang dengan kode TBR-541 dan semakin banyak pula tipe dan fitur yang ditawarkan, tidak lupa pula pihak Isuzu sendiri terus melakukan perubahan-perubahan yang sangat luar biasa untuk kendaraan keluarga bermesin diesel.
Perlu diketahui pula bahwa Isuzu Panther juga tersedia dalam model pick up untuk anda yang mempunyai kepentingan usaha, maka tidak heran banyak yang meliriknya sebagai kendaraan operasional karena tenaganya yang cukup besar dan mampu menerjang segala medan. Isuzu Panther juga di ekspor ke negara Asia lain seperti Filipina yang menamakannya dengan Isuzu Crosswind, Vietnam dengan nama Isuzu Hi-Lander dan India dengan nama Chevrolet Tavera. Hingga saat ini, jumlah penjualan Isuzu Panther sudah mencapai sekitar 800.000 unit. Sungguh prestasi yang cukup membanggakan.
MOTIVASI PENELITIAN
Makin meningkatnya penjualan mobil bekas di kota-kota besar (seperti Bekasi khususnya pada jurnal kali ini) memberikan suatu rasa ingin tahu, mengapa dan mengapa minat konsumen begitu besar dalam memenuhi keinginannya untuk memiliki sebuah mobil keluarga dengan kondisi secondhand alias bekas. Banyak faktor pula yang mempengaruhi hal tersebut yang nantinya akan kita bahas satu persatu.
MASALAH
“Panther paling banyak dicari” begitulah ungkap Agung, pemilik dealer MMS Mobilindo di Bekasi. “Minggu lalu kami berhasil menjual 3 unit sekaligus dan untuk minggu ini kami sudah out of stock” lanjutnya. Keberadaan Isuzu Panther di Indonesia khususnya daerah Bekasi memang sangat dibutuhkan. Banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa Isuzu panther masih sangat popular di kalangan masyarakat.
Pertama adalah (dan lagi-lagi yang utama) berkapasitas penumpang yang cukup besar. Unutk urusan mengangkut keluarga, Panther memang dapat diandalkan. Kabin yang cukup luas serta interior yang cukup nyaman dan AC yang dingin menjadi prioritas utama bagi para konsumen yang menginginkan sebuah Panther.
Kedua, tenaga diesel yang disemburkan dari Panther memang dapat dikategorikan cukup besar di kelasnya. Terlebih sekarang tersedia mesin Turbo, tidak heran memang mesin 2500 CC Panther memang selalu dapat diandalkan di segala medan di dalam maupun luar kota.
Ketiga, meskipun bertenaga besar dan bodi bongsor, konsumsi bahan bakar tetaplah irit. Konsumen tidak perlu repot untuk sering pergi bolak balik ke pom bensin karena memang dijamin sangat irit.
Keempat, harga yang ditawarkan memang lebih murah dibandingkan pesaingnya, namun harga jual kembali masih tetap menjanjikan. Hal inilah yang selalu menjadi pertimbangan konsumen untuk memilih suatu mobil yang berkualitas namun tetap berharga tinggi.
Kelima, faktor dari konsumen itu sendiri yang sangat mempengaruhi bagaimana suatu mobil Panther dapat laris di pasaran. Faktor budget juga menjadi hal tersendiri yang patut dipertimbangkan untuk memilih sebuah mobil bekas yang layak pakai dengan kualitas tinggi.
Maka dari beberapa hal diatas, tidak heran jika memang sampai saat ini di daerah Bekasi, Isuzu Panther di beberapa dealer mobil bekas di kota tersebut menjadi salah satu yang paling banyak dicari karena selain dapat dipakai sebagai mobil pribadi, Panther dapat diandalkan pula sebagai kendaraan niaga.
TUJUAN PENELITIAN
Pada penelitian kali ini, tujuan kali ini adalah tetap mencari tahu mengapa mobil bekas masih banyak diminati oleh hati konsumen saat ini. Dari 3 jurnal yang sudah saya buat kali ini, dapat disimpulkan bahwa :
1. Selera konsumen akan memiliki suatu mobil bekas memang berbeda-beda. Di Depok, mobil jenis Avanza paling banyak laku dibanding mobil lain. Di daerah jakarta lain ceritanya, mobil bekas yang banyak diminati adalah jenis Avanza yang bermesin kecil, irit namun tetap dapat diandalkan untuk meliuk-liuk mengatasi kemacetan. Sedangkan di Bekasi, kendaraan MPV jenis Isuzu panther justru paling banyak dicari. Berkabin lega, bertenaga besar tetapi tetap irit untuk dipakai di segala kondisi.
2. Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi mengapa mobil bekas banyak dicari namun jenis yang dicari berbeda-beda. Untuk mereka yang di Jakarta misalnya, lebih banyak memilih mobil nekas jenis Hatchback karena cocok dipakai untuk menyusuri seluk beluk kota Jakarta yang macet dan penuh sesak.
3. Faktor Ekonomi juga tetap memberikan pengaruh yang cukup besar dalam hal ini, mungkin sebagian besar orang yang membeli mobil bekas mempunyai alasan karena harganya jauh lebih murah daripada harga baru, sehingga lebih murah namun memiliki fitur dan keunggulan yang tidak jauh berbeda dengan mobil baru.
4. Faktor hari Raya tidak ketinggalan tentunya karena kenaikan penjualan mobil bekas dimulai sejak awal bulan Puasa lalu. Banyak orang yang ingin cepat membeli mobil untuk kepentingan mudik atau libir lebaran bersama keluarga dengan rekreasi ke suatu tempat.
ANALISIS JURNAL 2 - METODE RISET
JUDUL
“MODEL HATCHBACK BANYAK DIBURU”
Bursa WTC Mangga Dua Lt. 3 No. 29, Jakarta
September 2011
TEMA
MOBIL BEKAS MASIH BANYAK PEMINAT
LATAR BELAKANG MASALAH
ü FENOMENA
Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak pula jenis kendaraan baru yang beredar di kota Jakarta ini. Banyak orang yang membutuhkan suatu alat transportasi untuk mencapai tujuan masing-masing, entah itu berangkat kerja, mengantar anak ke sekolah, pergi berbelanja, atau sekedar rekreasi bersama keluarga tercinta, dan pastinya kita semua termasuk ke dalam salah satu kategori tersebut. Dalam hal ini, kebutuhan akan suatu kendaraan yang dapat diandalkan untuk mencapai kegiatan kita tersebut secara maksimal sangatlah besar. Dan dalam hal itu pula, jenis kendaraan yang kita pilih sangat mempengaruhi kehidupan kita untuk kemudian hari. Sebagai contoh, jika kita atau anda membutuhkan kendaraan untuk sekedar pergi ke kantor, anda dapat memilih (dalam hal ini adalah mobil) jenis mobil Sedan yang dirasa cukup mumpuni untuk menemani perjalanan ke kantor anda setiap harinya. Kemudian jika anda membutuhkan mobil dengan kapasitas penumpang yang cukup besar untuk mengajak seluruh keluarga, anda dapat memilih jenis kendaraan Minibus karena jenis ini sangat cocok jika anda sering bepergian dengan mengajak seluruh keluarga.
Semua jenis mobil yang anda pilih, pastinya harus menunjukkan kegunaan maksimal dari berbagai mobil tersebut dan pastinya inipun lebih memudahkan anda dalam mencapai tujuan masing-masing. Namun bagaimana jika anda memiliki sebuah keluarga kecil, dengan 1 atau 2 orang anak, kemudian berkeinginan untuk memiliki sebuah mobil yang dapat dipakai oleh anda sendiri untuk pergi ke kantor, dapat dipakai pula oleh istri untuk mengantar anak, dengan tenaga yang bandel tetapi tidak terlalu besar dan pastinya irit bahan bakar? Jika anda yang sudah mengerti mobil, pasti jenis hatchback lah yang dicari! Sebuah Hatchback sendiri adalah sebuah jenis kendaraan yang menggabungkan antara mobil yang berkapasitas penumpang 4 atau 5 orang, memiliki body yang kompak, simple dan tidak bongsor sehingga memudahkan anda dalam berkendara, irit dalam konsumsi bahan bakar namun tetap mumpuni untuk dibawa berkendara dengan kecepatan sedang maupun tinggi ketika anda dalam keadaan terburu-buru.
Model hatchback sendiri hadir di Indonesia sekitar tahun 1980an, dan mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat Indonesia saat itu dan yang sempat menjadi primadona pada saat itu adalah Toyota Starlet Kotak atau sering disebut dengan Starko dan Honda Civic Wonder 3 Door dan lebih dikenal pula dengan Honda Civic Setrikaan (karena lampu belakang model tersebut mirip dengan alat Penyetrika Baju). Kemudian pada pertengahan dan hingga akhir 1999 model hatchback pun nyaris “punah” karena keberadaannya tergeser oleh kendaraan Niaga yang mempunyai berbagai fungsi seperti Toyota Kijang Kapsul maupun Isuzu Panther dan pada saat itu pula pemerintah menaikkan pajak yang cukup tinggi untuk jenis Hatchback namun menurunkan pajak untuk jenis kendaraan Niaga tersebut, jadi mau tidak mau, lebih banyak orang yang memilih untuk beralih menggunakan mobil jenis Niaga tersebut.
Namun, selang beberapa tahun kemudian model Hatchback kembali Booming dengan hadirnya kembali jenis Hatchback yang fenomenal pada tahun 2004, yaitu Honda Jazz. Dengan desain yang kompak, sangat menarik, berfitur cukup mumpuni saat itu, memiliki mesin yang bandel dan cukup irit di kelasnya dengan bermesin 1500 CC, maka icon Hatchback yang tadinya hilang telah lahir kembali. Honda Jazz yang saat itu laris manis hingga sekarang tetap memimpin di kelasnya, dan bahkan hingga September ini jenis hatchback yang beredar di Indonesia sudah sangat berlimpah. Sebut saja musuh bebuyutan Jazz pada 2004-2005 silam yaitu Suzuki Swift, kemudian lahirlah Toyota Yaris di Indonesia (yang hingga saat ini, kedua jenis mobil tersebut saling bersaing untuk meraih hati konsumen) disusul oleh Chevrolet Aveo, Kia Picanto, Nissan Livina, Mazda 2 dengan icon warna “hijau”nya, dan yang terakhir adalah Nissan March, Hyundai Grand Avega dan Ford Fiesta. Sungguh peningkatan yang drastis bukan?
Menurut salah satu penjual mobil bekas di daerah Mangga Dua, Jakarta tersebut jenis hatchback lah yang paling banyak diminati hingga sekarang. Di beberapa tempat di Jakarta bahkan jenis hatchback keluaran 2004 keatas masih banyak dicari, dan peminatnya pun semakin banyak seperti informasi yang didapat dari AutoZone, Bursa Mobkas di WTC Mangga Dua tersebut. “Memiliki stok hatchback di showroom dijamin ngga rugi deh, karena hampir tiap hari terjual dan harganya relatif stabil”, jelas Yuli selaku pemilik showroom.
ü RISET / PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian yang saya dapatkan melalui beberapa majalah dan koran tentang otomotif, segmen mobil bekas dari sebelum Hari Raya Lebaran kemarin, memang mengalamai peningkatan yang signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Banyak orang yang semakin banyak untuk memiliki mobil namun memiliki dana yang relative terbatas tetapi tetap ingin mencari jenis mobil yang pada zamannya beberapa tahun lalu menjadi ikon primadona dengan harga yang cukup berbeda jauh dengan harga mobil baru namun lagi-lagi dengan fitur yang cukup memuaskan pula dan tidak berbeda jauh dengan jenis mobil barunya.
Di Jakarta ini misalnya, banyak orang mencari jenis hatchback karena : pertama bentuknya yang kompak dan terkesan tidak kaku dan tidak bongsor sehingga simple untuk dilalui medan kota Jakarta yang padat. Kedua, bentuknya yang praktis dan dapat dipakai oleh siapa saja. Dapat kita lihat bahwa jenis hatchback yang banyak beredar di Indonesia, diapakai oleh hampir semua kalangan. Mulai dari seorang ibu yang memerlukan mobil yang praktis untuk mengantar sang anak pulang pergi ke sekolah atau sekedar berbelanja, kemudian ada kalangan para kaum pria yang mengendarai hatchback untuk pergi ke kantor, bahkan hingga anak muda/kaum remaja yang menggunakan jenis hatchback untuk pergi ke sekolah ataupun bergaya karena memang jenis ini sangatlah cocok untuk siapa saja.
Ketiga, konsumsi penggunaan BBM atau bahan bakar yang cukup irit, mengingat harga bahan bakar yang semakin mahal dan dirasa cukup untuk mengatasi kemacetan di kota Jakarta karena kita tidak perlu sering-sering mengisi bahan bakar. Menurut salah seorang mahasiswa pemakai Kia Picanto lansiran tahun 2008 jenis manual yang ia gunakan, satu liter konsumsi bahan bakar mobilnya dapat ditempuh untuk jarak 15 kilometer dengan berbagai kondisi jalan dari macet hingga lancar. Mengingat bahwa jenis mesin dari hatchback berkisar antara 1.100 CC hingga 1.500 CC.
Keempat, hatchback ini juga dianggap mampu mengatasi macetnya jalan-jalan di kota Jakarta karena body nya yang kecil, urusan salip menyalip pun semakin mudah. Kelima, keberadaan ruang bagasi yang cukup lega dan kabin yang diyakini lebih nyaman dari jenis sedan pun menjadi alas an tersendiri mengapa jenis hatchback second hingga saat ini masih sangat diminati. Sedangkan untuk harganya, untuk hatchback jenis Honda Jazz tipe I-DSI M/T tahun 2007 dipatok pada harga 139jutaan, Kia Picanto M/T lansiran tahun 2006 masih berkisar antara 87-90 jutaan, dan Toyota Yaris tipe E A/T tahun 2010 masih berada di rentang harga 165 jutaan (Data didapat dari Bursa WTC Mangga Dua)
ü MOTIVASI PENELITIAN
Motivasi saya untuk melakukan penelitian pada tema saya kali ini adalah untuk mengamati dan mencari tahu, seberapa besarkah minat dari para konsumen yang lebih memilih mobil bekas jenis hatchback sehingga hingga saat ini pun, jenis tersebut masih saja hinggap di hati para konsumen dan bagaimana tanggapan para penikmat mobil bekas jenis hatchback di daerah jakarta khususnya, sehingga membuat rasa ingin tahu saya untuk mencari tahu lebih tentang mengapa hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk di tuang ke dalam suatu analisis jurnal.
MASALAH
Dengan terus meningkatnya permintaan pasar akan kebutuhan sebuah kendaraan yang dapat diandalkan (dalam hal ini adalah mobil bekas jenis hatchback) , maka jumlah atau stok beberapa jenis dan tipe mobil kelas hatchback pun makin banyak diminati. Dapat kita lihat di beberapa dealer mobil bekas di daerah Jakarta, model mobil dipenuhi dengan jenis hatchback. Mulai dari Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, Kia Picanto dan sebagainya.
Dari harga bersaing yang cukup kompetitif dan menjanjikan, model yang banyak diminati oleh hampir semua kalangan hingga konsumsi bahan bakar yang irit menjadi beberapa faktor utama mengapa jenis Hatchback semakin laris manis hingga saat ini meskipun . Maka tidak heran jika banyak dealer yang berani menambah jumlah stok jenis mobil di kelas tersebut karena sudah pasti dapat menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan dan system kembali modal yang relatif cepat. Para konsumen pun tidak perlu khawatir akan barang yang mulai langka, karena stok mobil hatchback bekas semakin banyak di pasaran
TUJUAN PENELITIAN
Dengan adanya analisis jurnal ini, diharapkan dapat membantu memberikan sedikit informasi mengenai bagaimana keadaan atau kondisi mengenai kondisi pasar Mobil Bekas yang masih banyak diminati hingga saat ini (yang sebagian besar di dominasi oleh kelas Hatchback) maupun sedikit mengenai sejarah mobil jenis Hatchback itu sendiri yang nantinya diharapkan dapat sedikit membantu sebagian orang yang berminat meminang mobil bekas layak pakai jenis Hatchback, karena memang jenis tersebut mempunyai banyak keunggulan yang pastinya dapat diandalkan meskipun dalam kondisi secondhand alias bekas.
ANALISIS JURNAL 1 - METODE RISET
JUDUL
“MODEL HATCHBACK BANYAK DIBURU”
Bursa WTC Mangga Dua Lt. 3 No. 29, Jakarta
September 2011
TEMA
MOBIL BEKAS MASIH BANYAK PEMINAT
LATAR BELAKANG MASALAH
ü FENOMENA
Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak pula jenis kendaraan baru yang beredar di kota Jakarta ini. Banyak orang yang membutuhkan suatu alat transportasi untuk mencapai tujuan masing-masing, entah itu berangkat kerja, mengantar anak ke sekolah, pergi berbelanja, atau sekedar rekreasi bersama keluarga tercinta, dan pastinya kita semua termasuk ke dalam salah satu kategori tersebut. Dalam hal ini, kebutuhan akan suatu kendaraan yang dapat diandalkan untuk mencapai kegiatan kita tersebut secara maksimal sangatlah besar. Dan dalam hal itu pula, jenis kendaraan yang kita pilih sangat mempengaruhi kehidupan kita untuk kemudian hari. Sebagai contoh, jika kita atau anda membutuhkan kendaraan untuk sekedar pergi ke kantor, anda dapat memilih (dalam hal ini adalah mobil) jenis mobil Sedan yang dirasa cukup mumpuni untuk menemani perjalanan ke kantor anda setiap harinya. Kemudian jika anda membutuhkan mobil dengan kapasitas penumpang yang cukup besar untuk mengajak seluruh keluarga, anda dapat memilih jenis kendaraan Minibus karena jenis ini sangat cocok jika anda sering bepergian dengan mengajak seluruh keluarga.
Semua jenis mobil yang anda pilih, pastinya harus menunjukkan kegunaan maksimal dari berbagai mobil tersebut dan pastinya inipun lebih memudahkan anda dalam mencapai tujuan masing-masing. Namun bagaimana jika anda memiliki sebuah keluarga kecil, dengan 1 atau 2 orang anak, kemudian berkeinginan untuk memiliki sebuah mobil yang dapat dipakai oleh anda sendiri untuk pergi ke kantor, dapat dipakai pula oleh istri untuk mengantar anak, dengan tenaga yang bandel tetapi tidak terlalu besar dan pastinya irit bahan bakar? Jika anda yang sudah mengerti mobil, pasti jenis hatchback lah yang dicari! Sebuah Hatchback sendiri adalah sebuah jenis kendaraan yang menggabungkan antara mobil yang berkapasitas penumpang 4 atau 5 orang, memiliki body yang kompak, simple dan tidak bongsor sehingga memudahkan anda dalam berkendara, irit dalam konsumsi bahan bakar namun tetap mumpuni untuk dibawa berkendara dengan kecepatan sedang maupun tinggi ketika anda dalam keadaan terburu-buru.
Model hatchback sendiri hadir di Indonesia sekitar tahun 1980an, dan mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat Indonesia saat itu dan yang sempat menjadi primadona pada saat itu adalah Toyota Starlet Kotak atau sering disebut dengan Starko dan Honda Civic Wonder 3 Door dan lebih dikenal pula dengan Honda Civic Setrikaan (karena lampu belakang model tersebut mirip dengan alat Penyetrika Baju). Kemudian pada pertengahan dan hingga akhir 1999 model hatchback pun nyaris “punah” karena keberadaannya tergeser oleh kendaraan Niaga yang mempunyai berbagai fungsi seperti Toyota Kijang Kapsul maupun Isuzu Panther dan pada saat itu pula pemerintah menaikkan pajak yang cukup tinggi untuk jenis Hatchback namun menurunkan pajak untuk jenis kendaraan Niaga tersebut, jadi mau tidak mau, lebih banyak orang yang memilih untuk beralih menggunakan mobil jenis Niaga tersebut.
Namun, selang beberapa tahun kemudian model Hatchback kembali Booming dengan hadirnya kembali jenis Hatchback yang fenomenal pada tahun 2004, yaitu Honda Jazz. Dengan desain yang kompak, sangat menarik, berfitur cukup mumpuni saat itu, memiliki mesin yang bandel dan cukup irit di kelasnya dengan bermesin 1500 CC, maka icon Hatchback yang tadinya hilang telah lahir kembali. Honda Jazz yang saat itu laris manis hingga sekarang tetap memimpin di kelasnya, dan bahkan hingga September ini jenis hatchback yang beredar di Indonesia sudah sangat berlimpah. Sebut saja musuh bebuyutan Jazz pada 2004-2005 silam yaitu Suzuki Swift, kemudian lahirlah Toyota Yaris di Indonesia (yang hingga saat ini, kedua jenis mobil tersebut saling bersaing untuk meraih hati konsumen) disusul oleh Chevrolet Aveo, Kia Picanto, Nissan Livina, Mazda 2 dengan icon warna “hijau”nya, dan yang terakhir adalah Nissan March, Hyundai Grand Avega dan Ford Fiesta. Sungguh peningkatan yang drastis bukan?
Menurut salah satu penjual mobil bekas di daerah Mangga Dua, Jakarta tersebut jenis hatchback lah yang paling banyak diminati hingga sekarang. Di beberapa tempat di Jakarta bahkan jenis hatchback keluaran 2004 keatas masih banyak dicari, dan peminatnya pun semakin banyak seperti informasi yang didapat dari AutoZone, Bursa Mobkas di WTC Mangga Dua tersebut. “Memiliki stok hatchback di showroom dijamin ngga rugi deh, karena hampir tiap hari terjual dan harganya relatif stabil”, jelas Yuli selaku pemilik showroom.
ü RISET / PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian yang saya dapatkan melalui beberapa majalah dan koran tentang otomotif, segmen mobil bekas dari sebelum Hari Raya Lebaran kemarin, memang mengalamai peningkatan yang signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Banyak orang yang semakin banyak untuk memiliki mobil namun memiliki dana yang relative terbatas tetapi tetap ingin mencari jenis mobil yang pada zamannya beberapa tahun lalu menjadi ikon primadona dengan harga yang cukup berbeda jauh dengan harga mobil baru namun lagi-lagi dengan fitur yang cukup memuaskan pula dan tidak berbeda jauh dengan jenis mobil barunya.
Di Jakarta ini misalnya, banyak orang mencari jenis hatchback karena : pertama bentuknya yang kompak dan terkesan tidak kaku dan tidak bongsor sehingga simple untuk dilalui medan kota Jakarta yang padat. Kedua, bentuknya yang praktis dan dapat dipakai oleh siapa saja. Dapat kita lihat bahwa jenis hatchback yang banyak beredar di Indonesia, diapakai oleh hampir semua kalangan. Mulai dari seorang ibu yang memerlukan mobil yang praktis untuk mengantar sang anak pulang pergi ke sekolah atau sekedar berbelanja, kemudian ada kalangan para kaum pria yang mengendarai hatchback untuk pergi ke kantor, bahkan hingga anak muda/kaum remaja yang menggunakan jenis hatchback untuk pergi ke sekolah ataupun bergaya karena memang jenis ini sangatlah cocok untuk siapa saja.
Ketiga, konsumsi penggunaan BBM atau bahan bakar yang cukup irit, mengingat harga bahan bakar yang semakin mahal dan dirasa cukup untuk mengatasi kemacetan di kota Jakarta karena kita tidak perlu sering-sering mengisi bahan bakar. Menurut salah seorang mahasiswa pemakai Kia Picanto lansiran tahun 2008 jenis manual yang ia gunakan, satu liter konsumsi bahan bakar mobilnya dapat ditempuh untuk jarak 15 kilometer dengan berbagai kondisi jalan dari macet hingga lancar. Mengingat bahwa jenis mesin dari hatchback berkisar antara 1.100 CC hingga 1.500 CC.
Keempat, hatchback ini juga dianggap mampu mengatasi macetnya jalan-jalan di kota Jakarta karena body nya yang kecil, urusan salip menyalip pun semakin mudah. Kelima, keberadaan ruang bagasi yang cukup lega dan kabin yang diyakini lebih nyaman dari jenis sedan pun menjadi alas an tersendiri mengapa jenis hatchback second hingga saat ini masih sangat diminati. Sedangkan untuk harganya, untuk hatchback jenis Honda Jazz tipe I-DSI M/T tahun 2007 dipatok pada harga 139jutaan, Kia Picanto M/T lansiran tahun 2006 masih berkisar antara 87-90 jutaan, dan Toyota Yaris tipe E A/T tahun 2010 masih berada di rentang harga 165 jutaan (Data didapat dari Bursa WTC Mangga Dua)
ü MOTIVASI PENELITIAN
Motivasi saya untuk melakukan penelitian pada tema saya kali ini adalah untuk mengamati dan mencari tahu, seberapa besarkah minat dari para konsumen yang lebih memilih mobil bekas jenis hatchback sehingga hingga saat ini pun, jenis tersebut masih saja hinggap di hati para konsumen dan bagaimana tanggapan para penikmat mobil bekas jenis hatchback di daerah jakarta khususnya, sehingga membuat rasa ingin tahu saya untuk mencari tahu lebih tentang mengapa hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk di tuang ke dalam suatu analisis jurnal.
MASALAH
Dengan terus meningkatnya permintaan pasar akan kebutuhan sebuah kendaraan yang dapat diandalkan (dalam hal ini adalah mobil bekas jenis hatchback) , maka jumlah atau stok beberapa jenis dan tipe mobil kelas hatchback pun makin banyak diminati. Dapat kita lihat di beberapa dealer mobil bekas di daerah Jakarta, model mobil dipenuhi dengan jenis hatchback. Mulai dari Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, Kia Picanto dan sebagainya.
Dari harga bersaing yang cukup kompetitif dan menjanjikan, model yang banyak diminati oleh hampir semua kalangan hingga konsumsi bahan bakar yang irit menjadi beberapa faktor utama mengapa jenis Hatchback semakin laris manis hingga saat ini meskipun . Maka tidak heran jika banyak dealer yang berani menambah jumlah stok jenis mobil di kelas tersebut karena sudah pasti dapat menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan dan system kembali modal yang relatif cepat. Para konsumen pun tidak perlu khawatir akan barang yang mulai langka, karena stok mobil hatchback bekas semakin banyak di pasaran
TUJUAN PENELITIAN
Dengan adanya analisis jurnal ini, diharapkan dapat membantu memberikan sedikit informasi mengenai bagaimana keadaan atau kondisi mengenai kondisi pasar Mobil Bekas yang masih banyak diminati hingga saat ini (yang sebagian besar di dominasi oleh kelas Hatchback) maupun sedikit mengenai sejarah mobil jenis Hatchback itu sendiri yang nantinya diharapkan dapat sedikit membantu sebagian orang yang berminat meminang mobil bekas layak pakai jenis Hatchback, karena memang jenis tersebut mempunyai banyak keunggulan yang pastinya dapat diandalkan meskipun dalam kondisi secondhand alias bekas.
Subscribe to:
Posts (Atom)




