Mobil Esemka akan berangkat dari Solo ke Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang pada 24 Februari 2012untuk menjalani uji emisi.
"Pas saya longgar dan Pak Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) juga waktunya longgar, semua bisa berangkat menyaksikan uji tersebut," kata Wali Kota Surakarta Joko Widodo kepada wartawan di Solo, Selasa.
Ia mengemukakan Rudyatmo bersikukuh ingin menyetir mobil Esemka ke Jakarta sedangkan opsi lain adalah mengangkut Esemka dengan truk ke Tangerang.
"Mungkin nanti yang SUV dinaiki sama Pak Rudy, terus yang pick-up dinaikkan ke trailer," katanya.
Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, juga telah menyiapkan sejumlah kelompok kesenian untuk kirab perjalanan Esemka ke BTMP.
Perjalanan Esemka diperkirakan memerlukan waktu 4 hari karena akan mampir ke sejumlah kota untuk memperkenalkan kendaraan karya siswa SMK itu.
cat beres
Sementara itu, pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat menjelaskan perbaikan lampu mobil Esemka sudah selesai. Namun mobil karya anak SMK tersebut masih perlu diperbaiki dan diperhalus catnya. "Kamis sudah selesai, karena catnya juga perlu diperhalus lagi," katanya.
Sukiyat juga akan mengajak tujuh dari Kiat Motor dan siswa SMK," katanya.
Di era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar Indonesia. Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam merebut konsumen.Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang perilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting. Perilaku konsumen (customer behaviour) memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, dimana konsumen itu suka berbelanja, siapa yang berperan dalam pembelian, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu barang.
Seperti yang terjadi di Dealer Sido Makmur Motor Blitar, perusahaan selalu melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan penjualannya. Upaya-upaya tersebut antara lain melalui media iklan, peningkatan kualitas pelayanan, pemberian hadiah pada pelanggan serta mengetahui selera konsumen. Perusahaan menyadari, bahwa faktor psikologis saat ini memegang peranan penting dalam keputusan pembelian, meskipun faktor – faktor lain seperti budaya, sosial, pribadi juga berpengaruh pada keputusan pembelian.Kesadaraan ini berdasarkan pengamatan perusahaan, dimana sekarang sepeda motor dimiliki untuk kepentingan individu, bukan keluarga. Hal ini terlihat dimana dalam satu rumah yang anggota keluarganya lebih dari satu orang, terkadang ada lebih dari satu sepeda motor dengan merek yang berbeda, disesuaikan dengan selera pemakainya
Di era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar Indonesia. Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam merebut konsumen. Bagi konsumen, pasar menyediakan berbagai pilihan produk dan merek yang banyak. Konsumen bebas memilih produk dan merek yang akan dibelinya. Keputusan membeli ada pada diri konsumen. Konsumen akan menggunakan berbagai kriteria dalam membeli produk dan merek tertentu. Diantaranya ialah ia akan membeli produk yang sesuai kebutuhannya, seleranya dan daya belinya.
Diakui pula oleh beberapa pakar pemasaran, bahwa trend pemasaran internasional abad 21 akan bergeser dari pendekatan transaksional ke pendekatan relasional dengan berfokus pada pemenuhan kebutuhan, kepuasan, dan kesenangan pelanggan. Artinya setelah transaksi selesai, konsumen tidak selalu dibiarkan begitu saja, yang nantinya akan mudah diambil oleh perusahaan lain. Akan tetapi bagaimana perusahaan dapat menciptakan kesetiaan bagi pelanggan (customer loyalty) dengan memahami apa sebenarnya yang diinginkan oleh pelanggan itu sendiri. Cara ini di dalam konsep pemasaran yang baru disebut sebagai relationship marketing.
Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang perilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting. Perilaku konsumen (customer behaviour) memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, dimana konsumen itu suka berbelanja, siapa yang berperan dalam pembelian, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu barang.
Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan proses pengambilan keputusannya dalam pembelian suatu barang. Seperti yang dikemukakan oleh Suharto (2001:3), bahwa proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu: faktor sosiokultur (kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi) dan faktor psikologis (sikap, persepsi, motivasi dan gaya hidup).
Sedangkan proses pengambilan keputusan pembelian memiliki lima tahap sebagaimana yang dikemukakan oleh Kotler (2000:204) yaitu: tahap pengenalan masalah atau kebutuhan, tahap pencarian informasi, tahap evaluasi altematif, tahap keputusan pembelian, dan tahap perilaku pasca pembelian.
Saat ini, sepeda motor merupakan barang kebutuhan individu dimana keberadaannya mencerminkan gaya hidup dan perilaku pemakainya, maka dalam keputusan pembeliannya, faktor psikologis sangat berpengaruh. Kotler (2004 : 196) mengatakan pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama yaitu (motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap).
Seperti yang terjadi di Dealer Sido Makmur Motor Blitar, perusahaan selalu melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan penjualannya. Upaya-upaya tersebut antara lain melalui media iklan, peningkatan kualitas pelayanan, pemberian hadiah pada pelanggan serta mengetahui selera konsumen. Perusahaan menyadari, bahwa faktor psikologis saat ini memegang peranan penting dalam keputusan pembelian, meskipun faktor – faktor lain seperti budaya, sosial, pribadi juga berpengaruh pada keputusan pembelian.
Peneliti juga tertarik untuk membuktikan, sejauh mana faktor psikologis yang disampaikan para pakar berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen di Dealer Sido Makmur Motor Blitar.
Hal inilah yang mendorong peneliti, untuk mengambil judul penelitian ” “Pengaruh Faktor Psikologis terhadap Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda pada Dealer Sepeda Motor Sido Makmur Blitar.”
Dikutip dari : www.google.com dan http://pondokskripsi.wordpress.com/2010/01/03/pengaruh-faktor-psikologis-terhadap-perilaku-konsumen-dalam-keputusan-pembelian-sepeda-motor-merek-honda/
Pengaruh Image, Harga dan Lingkungan ( Teman dan Keluarga) Terhadap Keputusan Konsumen Muda Memilih IM3
BAB I .PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan komunikasi kini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat, disamping kebutuhan akan sandang , pangan dan papan. Sebagaimana dijelaskan oleh Shannon & Weaver, 1949, bahwa “komunikasi merupakan bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh dan mempengaruhi satu sama lain secara sengaja atau tidak sengaja”. Komunikasi dibutuhkan untuk mendapatkan berbagai informasi. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan alat komunikasi beralih, dari surat, telepon, hingga menjamurnya berbagai merk telepon seluler atau yang biasa kita menyebutnya dengan Hp.
Dengan Banyak digunakannya handphone (Hp), menuntut masyarakat untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk sekedar membeli pulsa. Berbagai macam provider pun bermunculan, seperti Indosat, Telkomsel, Excelcomindo, Axis, 3 dan lainnya.
Mereka menawarkan produknya semenarik mungkin untuk meraih pasar dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar , hingga karyawan. Berbagai macam kelebihan juga dihadirkan oleh para provider.Sebagaimana yang dikatakan oleh Kotler,menurut Kotler (2002) dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah.
Dari sekian banyak provider, ada satu yang bisa dibilang sukses, menarik perhatian dan mampu bersaing, provider tersebut adalah Indosat, dimana salah satu produknya "IM3" , terbilang fenomenal. Dikatakan fenomenal, karena image IM3 yang mampu bertahan sebagai " Kartunya Anak Muda".
Selain karena faktor harga yang terjangkau, ada juga fektor lain seperti pengaruh lingkungan ( teman dan keluarga) , kepercayaan serta kenyamanan yang menjadikan IM3 tetap di hati remaja.
Oleh karena itu, dalam penulisan ini , penulis akan mengambil judul " Pengaruh Image, Harga dan Lingkungan ( Teman dan Keluarga) Terhadap Keputusan Konsumen Muda Memilih IM3"
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penulisan " Pengaruh Image, Harga dan Lingkungan ( Teman dan Keluarga) Terhadap Keputusan Konsumen Muda Memilih IM3", ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan, antara lain :
a). Apa faktor utama sehingga IM3 dapat diterima dengan baik, khususnya dikalangan remaja?
b). Adakah faktor pendukung lain yang berpengaruh?
c). Adakah pengaruh image terhadap penjualan?
1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan ini, penulis memberikan batasan-batasan masalah, guna mencapai hasil analisis dan kesimpulan yang relevan.
Adapun batasan masalah pada penulisan ini adalah :
a). IM3 .
b). Konsumen muda (remaja).
Masalah yang akan dibahas berdasarkan pengamatan, serta survey yang dilakukan melalui wawancara kepada penjual dan sepuluh konsumen remaja pengguna IM3.
1.4 Tujuan Penulisan.
a). Untuk mengetahui faktor utama mengapa IM3 diberikan image sebagai "Kartunya Anak Muda"
b). Untuk mengetahui faktor pendukung lain yang berpengaruh sehingga IM3 diminati remaja.
c). Untuk mengetahui pengaruh / dampak yang didapatkan dari image tersebut terhadap penjualan.
1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan ini terdiri dari 5 BAB, dimana :
a. BAB I
BAB I berisikan Latar Belakang Masalah, Tujuan , Batasan Masalah, Identifikasi Masalah, Sistematika Penulisan dan Kerangka Pemikiran
b. BAB II
BAB II merupakan Landasan Teori. Berisi Teori-teori yang mendukung atau sesuai dengan tema yang diangkat dalam penulisan ini.
c. BAB III
BAB III merupakan Metodologi.
d. BAB IV
BAB IV merupakan Pembahasan.
d. BAB V
BAB V merupakan Simpulan dan Saran . berisi tentang simpulan yang diambil dari pembahasan dan juga teori-teori yang mendukug serta saran.
e. Daftar Pustaka.
1.6 Kerangka Pemikiran
Didasarkan pada pemikiran berupa :
a. Arti Komunikasi
Komunikasi Menurut ( Roben.J.), Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan.
Menurut (Berelson dan Stainer, 1964), Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
b. Tujuan Komunikasi
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang
3. Mencapai sebuah tujuan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain
c. Produk dan Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam memilih produk.
Produk merupakan hasil kegiatan produksi yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sarta untuk mencapai kepuasaan konsumen.
Menurut Stanton, (1996:222), suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut
yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna,
harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Dilutip dari : www.google.com dan http://theniesland.blogspot.com/2010/11/pengaruh-image-harga-dan-lingkungan.html
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, menurut ( Arikunto, 2003 : 309) yaitu untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala, penelitian secara langsung dan mengadakan penelitian dilapangan. Adapun teknik pengambilan datanya adalah :
1.Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti guna memperoleh data yang diperlukan. Adapun teknik pengambilan datanya adala :
a.Teknik Wawancara
Yaitu pengumpulan data dengan cara Tanya jawab langsung kepada pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang berlandaskan pada tujuan penelitian.
b.Teknik Observasi
Yaitu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap obyek penelitian yaitu pada PT. COLUMBIA cabang Depok, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan teori yang ada dalam hiteratur terhadap kejadian yang sebenarnya.
C. Populasi dan Sampel
1.Pengertian Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto, (2002 :109) “Populasi adalah jumlah keseluruhan dari suatu gejala yang mempunyai karakteristik yang sama”. Adapun populasi yang dijadikan bahan penelitian ini adalah pelanggan atau konsumen PT. COLUMBIA cabang Depok.
1.Pengertian Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto, (2002 : 108), “Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Adapun sampel dan populasi itu saling berhubungan , sampel adalah sebagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Dengan kata lain sampel adalah bagian dari populasi, untuk mewakili populasi dalam arti sampel harus bersifat representatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan dan konsumen PT. COLUMBIA cabang Depok, serta masyarakat sekitarnya dengan jumlah keseluruhan sebanyak 50 responden.
Pemilihan sampel ini bardasarkan sampel bertujuan (purpose sample), dengan berasumsi bahwa pelanggan dan konsumen PT. COLUMBIA cabang Depok untuk dapat menilai terhadap sistem kredit yang diterapkan oleh PT. COLUMBIA cabang Depok.
Penulis akan memberikan daftar pertanyaan dan mewawancarai masyarakat sebagai sampel penelitian guna mendapatkan informasi dan data-data mengenai penilaian konsumen terhadap sistem penjuan kredit PT. COLUMBIA cabang Depok yang hasilnya akan penulis deskripsikan.
D. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.Penelitian Lapangan (Field Research)
a.Wawancara, yaitu untuk memperoleh data ini penulis melakukan wawancara langsung dengan personel yang mengerti tentang permasalahan kredit
b.Kuisioner, dalam hal ini penulis memberkan daftar pertanyaan kepada masyarakat dan konsumen yang berisi tentang permasalahan-permasalahan yang ada hubungannya dengan masalah penulis, yang mana dalam kuisioner ini penulis membuat daftar pertanyaan yang lebih terarah kepada pokok bahasan.
2.Observasi
Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan secara langsung pada PT. COLUMBIA cabang Depok untuk mengetahui bagaimana penerapan teori yang ada dalam hiterature terhadap kejadian sebenarnya.
3.Penelitian Kepustakaan (Library research)
Yaitu mempelajari buku-buku dan media massa untuk mendapatkan teori-teori yang berhubungan dengan penjualan dan kredit.
E. Instrumen Penelitian
Untuk mendapatkan data-data dari penelitian ini, peneliti menggunakan instrument penelitian berupa daftar pertanyaan yang nantinya akan diisi dan dijawab oleh responden.Dari langkah-langkah penelitian tersebut lalu diuraikan secara sistematis yaitu sebagai berikut :
1.Mempersiapkan instrument penelitiuan, dimana instrument ini dipersiapkan sesuai demgan kebutuhan yang ada.
2.Instrumen yang telah disusun tersebut kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, sehingga mendapatkan persetujuan untuk diperbanyak dan disebarkan ke lapangan penelitian.
3.Setelah mendapatkan persetujuan, instrument tersebut kemudian diperbanyak sesuai dengan kebutuhan yang sudah ditentukan sebelumnya, kemudian penulis terjun ke lapangan untuk mendapatkan data dan untuk mengetahui respon atau tanggapan dari konsumen dan masyarakat.
4.Jumlah sample dan populasi dalam penulisan skripsi ini adalah terbatas, yaitu 50 responden.
Demikianlah langkah-langkah singkat yang ditenpuh penulis, dan dari data tersebut kemudian ditabulasikan dan ditafsir.
F. Teknik Analisis Data
Adapun tekinik pengumpulan data dari penelitian yang dijalankan dilakukan melalui Kuesioner/ Angket.
Setelah data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan menggunakan metode Statistik Deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data tersebut akan disajikan dalam bentuk uraian dan tabel.Data yang terkumpul kemudian ditabulasikan atau disusun ke dalam bentuk tabel.
Di dalam dunia perekonomian yang modern, khususnya perusahaan yang memproduksi barang dan jasa maupun perusahaan perdagangan,masalah utama yang sering dihadapi adalah usaha untuk menyalurkan atau memasarkan barang dan jasa yang diperdagangkan atau dihasilkan itu kepada pihak-pihak pembeli atau konsumen yang membutuhkan. Untuk dapat berhasilnya penyaluran atau pemasaran barang dan jasa tersebut diperlukan suatu ilmu atau cara yang terbaik dan itulah yang kita sebut dengan pemasaran atau marketing.
Namun istilah marketing yang berasal dari kata market (pasar), tidaklah sederhana pengertiannya. Marketing tidak hanya meliputi dunia pasar saja tetapi lebih dari itu. Marketing membahas segala soal yang hidup dalam masyarakat perusahaan. Untuk sebagian besar marketing meliputi organisasi pasar dalam arti seluas-luasnya bukan hanya mengenai produk barang-barang jasa tetapi juga mengenai produk jasa.
Berikut ini penulis memberikan definisi yang dikemukakan oleh para ahli pemasaran, maksudnya agar dapat diberikan pengertian yang jelas dari arti pemasaran itu.
Drs. Basu Swasta D. H. MBA (1992: 72) secara sederhana memberikan definisinya sebagai berikut: “Marketing adalah suatu kegiatan yang menggerakkan aliran barang dan jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen atau pemakai.
”Menurut William J. Stanton (1994: 34), “Marketing adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik pada pembeli yang ada maupun kepada pembeli potensial.”
Menurut Philip Kotler (1996: 98), “Marketing adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk meng-adakan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud mencapai tujuan organisasi.”
Dari definisi tersebut di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa Marketing merupakan pencapaian tujuan organisasi dan tujuan perusahaan serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proses penyampaian barang dan jasa mulai dari produksi sampai kepada pemakai akhir (konsumen).
Dengan demikian kegiatan pemasaran itu merupakan barang atau jasa yang dihasilkan yang dapat disalurkan kepada pihak-pihak pembeli sehingga tidak akan terjadi penumpukan yang berarti sia-sianya usaha tersebut.
Konsep di masa mendatang yang berdasarkan pada filosopi sebagai berikut:
1.Pemasaran harus menjadi konsep bisnis yang strategis yang dapat memberikan kepuasan yang berkelanjutan bukan hanya pada kepuasan sesaat. Untuk itu tiga pihak yang saling berkepentingan dalam perusahaan adalah pelanggan, karyawan dan pemilik perusahaan.
2.Pemasaran menjadi “jiwa”, bukan sekedar salah satu anggota tubuh perusahaan.
3.Ada tiga nilai utama yaitu:
-Merek yang paling penting dari produk adalah merek karena pada hakikatnyapembeli (konsumen) membeli suatu merek bukan produk.
-Pemilik perusahaan harus terlibat dalam proses pemuasan pelanggan.
-Hubungan antara pemilik perusahaan, karyawan dan pelanggan merupakan matarantai yang tidak dapat terputuskan dan harus ada timbal balik.
Dengan keutungan yang cukup banyak, selayaknya pimpinan perusahaan, paling tidak memberikan bonus atau insentif pada karyawan dengan memberlakukannya secara manusiawi.
2.Pengertian Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran atau Marketing Mix merupakan variabel-variabel terkontrol yang dapat digunakan perusahaan untuk menjangkau konsumen yang merupakan target marketnya.
Drs. Basu Swasta D. H. MBA (1986: 17) dalam bukunya Manajemen Pemasaran Modern menyatakan bahwa “Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
Marketing mix inilah yang merupakan inti dari strategi pemasaran yang terdiri dari empat komponen utama yaitu:
1.Produk (Product)
2.Harga (Price)
3.Tempat Place)
4.Promosi (Promotion)
Keempat komponen tersebut di atas dapat dikombinasikan dalam mencari rumusan-rumusan yang terbaik untuk diterapkan dalam strategi pemasaran perusahaan.
1.Produk (Product)
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelianatau konsumsi yang didapat konsumen, yang meliputi benda secara fisik, jasa, tempat, orang dan organisasi.
Hal yang paling esensial dalam bidang marketing adalah bagaimana dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara maksimal, bagaimana perusahaan dapat membuat produk dengan kualitas yang baik, namun dengan tetap menekan biaya produksi semaksimal mungkin.
Sebab dari produk inilah proses transformasi kepuasan konsumen dapat selalu dalam bentuk fisik tetapi meliputi segala sesuatu yang memang dapat memberi nilai kepuasan pada konsumen di pasar. Namun tanpa mengabaikan nilai kegunaan yang ada, suatu produk disebut baik jika dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan secara maksimal.
2.Harga (Price)
Drs. Basu Swasta D. H MBA (1986: 147) berpendapat bahwa “Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang beserta pelayanannya.”
Tujuan strategi penetapan harga adalah:
a.Memperoleh laba yang maksimum
Terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen, maka semakin besar pula kemungkinan bagi para penjual untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi. Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapat keuntungan maksimum dengan kondisi yang ada.
b.Untuk mendapatkan share pasar tertentu
Tujuan mendapatkan share pasar untuk mencapai kenaikan tingkat keuntungan dimasa depan, dan akan atercapai apabila pasar peka (sensitive) terhadap harga, sehingga harga yang rendah dapat mendorong pertumbuhan pasar yang pesat. Hal ini karena harga yang rendah akan menarik pembeli.
c.Memerah Pasar (Market Skimming)
Perusahaan mangambil manfaat dari tersedianya pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi dari pembeli lain, karena harga yang ditawarkan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi mereka.
3.Tempat (Place)
Yang disebut saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau penyalur yang mempunyai kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi, yaitu:
a.Jenis dan sifat produk
b.Sifat konsumen potensial
c.Sifat persaingan
d.Saluran itu sendiri
Semua factor ini perlu diperhatikan dalam berhasilnya kegiatan pemasaran, terutama dalam penyaluran produk dari tangan produsen ke konsumen secara efektif, tepat waktu dan yang dibutuhkan oleh konsumen dengan mutu yang baik. Dengan strategi yang demikian dapat diharapkan bahwa tingkat penjualan akan meningkat.
4.Promosi (Promotion)
Inti dari pada marketing mix adalah promosi, sebab dengan promosi inilah akan terjadi komunikasi antar produsen dan konsumen dalam melakukan pembelian.
Menurut Philip Kotler (1991: 89), “Promosi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberi dan menarik perhatian konsumen yang potensial terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, sehingga menimbulkan minat untuk membeli.’
Promosi merupakan salah satu variabel dari marketing mix yang sangat penting dilaksanakan perusahaan dalam pemasaran produknya. Suatu produk sangatlah bermanfaat akan tetapi bila tidak dikenal oleh konsumen maka tidak akan diketahui manfaatnya dan mungkin tidak dibeli oleh konsumen.
3.Pengertian Strategi Pemasaran
Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan sangat ditentukan oleh grand strategy atau strategi intinya. Jika strategi inti ini sudah salah atau tidak efektif lagi, maka pelaksanaan teknis yang paling baikpun menjadi tidak berguna, demikian dikatakan oleh Alex D. Tryana MBA (1986:17).
Selanjutnya juga dikatakan, pada dasarnya dalam suatu strategi pemasaran tercakup adanya strategi produk dan strategi pasar, dimana kesemuanya ini merupakan usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk membiasakan diri secara teratur dan memilih pasar beserta produk apa yang akan dipasarkan, berdasarkan pertimbangan pada situasi lingkungannya.
Kemudian dirumuskan pula mengenai taktik pemasaran dalam kaitannya dengan strategi pemasaran di dalam usaha untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Dimana disebutkan taktik pemasaran merupakan suatu usaha yang mengarah kepada tindakan dan pengambilan keputusan yang bertahap dan terpencil yang hampir dilakukan setiap hari pada setiap bagian.
Drs. Basu Swasta DH. MBA (1986: 287) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan aktivitas yang penting dalam kegiatan pemasaran yaitu antara lain:
1.Riset dan Analisa Pasar.
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasar, baik pada situasi sekarang ini maupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada saat yang akan datang.
2.Pengembangan Produk
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan produk hingga memuaskan para pelanggan serta kemungkinan perusahaan untuk mempergunakan kapasitas produk sepenuhnya.
3.Penetuan Harga
Yaitu kegiatan-kegiatan menetapkan harga produk berdasarkan pada biaya maupun faktor-faktor pasar seperti saluran distribusi, potongan harga yang diberikan, tingkat harga yang diminta oleh para pesaing, kemampuan atau kemauan para pelanggan untuk membayar dan sebagainya.
4.Promosi
Yaitu kegiatan-kegiatan untuk memperkenalkan barang hasil produksi dan upaya mempengaruhi konsumen melalui kegiatan bauran promosi.
5.Penyaluran dalam Distribusi
Yaitu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyampaian barang dari produsen kepada konsumen. Tujuannya adalah mengusahakan agar barang selalu dibeli dengan mudah oleh konsumen yang ingin membelinya dimanapun mereka berada.
Dengan demikian jelaslah bahwa pemasaran sangatlah penting bagi perusahaan. Sebab kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada bagian pemasarannya. Namun demikian, setiap kegiatan dalam pemasaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kegiatan-kegiatan lain dalam perusahaan.
Mengenai strategi pemasaran sendiri, Philip Kotler (1985:301) mengatakan sebagai berikut:
“Strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan lebih dahulu, di dalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan”.
Dalam siatuasi pasar yang memiliki tingkat persaingan yang tajam, penerapan strategi pemasaran secara efektif sangatlah diperlukan. Sebab dalam situasi seperti ini, pada kenyataannya hanya perusahaan-perusahaan yang mempunyai strategi pemasaran yang lebih dari perusahaan lain dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada, yang akan memperoleh bagian pasar lebih besar dari pasar yang ada.
5.Penerapan Strategi Pemasaran
Penerapan strategi pemasaran sebaiknya diorientasikan pada tiga hal pokok yaitu:
1.Memilih konsumen yang dituju.
2.Mengidentifikasikan keinginan mereka.
3.Menentukan marketing mix.
Penerapan strategi tersebut merupakan rencana jangka panjang perusahaan yang digunakan sebagai pedoman bagi kegiatan pemasaran.
1.Memilih konsumen yang dituju.
Langkah awal suatu perusahaan dalam menjalankan program pemasarannya adalah menetapkan konsumen yang dituju. Perusahaan harus dengan jelas menetapkan siapa yang menjadi konsumennya. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dipuaskan kebutuhannya.
Untuk menetapkan konsumen yang akan dituju dapat digunakan tiga macam alternatif strategi yang dapat ditempuh perusahaan yaitu:
a.Undifferentiated Marketing adalah perusahaan berusaha meninjau pasar secara keseluruhan, memuaskan pada kesamaan-kesamaan dalam kebutuhan konsumen, dimana strategi ini didasarkan pada penghematan dan pengangkatan yang ditujukan pada segmen yang terbesar yang ada dalam pasar.
b.Differentiated Marketing adalah perusahaan mencoba untuk mengidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli tertentu dengan membagi-bagi pasar ke dalam dua kelompok atau lebih, namun kekurangan dari strategi ini adalah biaya-biaya antara lain biaya riset dan pengembangan untuk memodifikasikan produk terdiri dari biaya produksi, biaya penyimpanan dan biaya promosi.
c.Concentrated Marketing adalah perusahaan hanya memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok saja.
Dari ketiga hal di atas, maka umumnya perusahaan lebih suka memasuki beberapa segmen pasar untuk menghindari resiko-resiko yang harus mereka hadapi.
2.Mengidentifikasikan Keinginan Konsumen
Kegiatan mengidentifikasikan kebutuhan konsumen membutuhkan saran yang tepat, yaitu mengadakan suatu riset pasar. Kegiatan riset pasar ini untuk mengetahui konsumen setelah membaginya dalam segmen-segmen tertentu, dibutuhkan suatu pengetahuan yang khusus dari biaya yang tidak sedikit. Sehingga nantinya akan diketahui selera konsumen dalam menentukan jenis produk yang mereka butuhkan, bentuknya, harganya dan lain-lain.
3.Menentukan Marketing Mix
Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan gabungan elemen-elemen penting dalam pemasaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran seefektif mungkin.
Menurut Drs. Basu Swasta marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
a.Produk
Keterangan tentang produk mencakup bentuk pemasaran secara fisik, merek produk, pembungkus, garansi dan servis, serta penjualan. Untuk dapat membedakan pengertian jenis barang tersebut, maka akan penulis uraikan di bawah ini.
Barang konsumsi dibagi tiga golongan:
1.Barang konsumsi adalah barang yang dibeli untuk konsumsi dengan pembelian berdasarkan kebiasaan membeli konsumen dan konsumen tersebut adalah konsumen akhir.
a.Barang Confinience (barang yang mudah dipakai, dapat diubah-ubahdimana saja). Contoh: sabun dan lain-lain.
b.Barang Shopping (barang yang harus dicari dulu jika ingin membelinya). Contoh: tekstil, furniture dan lain-lain.
c.Barang Spesial (barang yang memiliki ciri khas tertentu). Contoh; barang antik, kendaraan mewah.
2.Barang industri adalah barang yang dibeli untuk diproses kembali atau dengan kata lain dipergunakan dalam kegiatan industri.
Barang industri dibagi dalam lima golongan:
1.Bahan baku (merupakan bahan pokok untuk membuat barang lain). Contoh: kapas, besi.
2.Komponen barang setengah jadi (merupakan barang sudah masuk proses produksi). Contoh: benang untuk dijadikan pakaian.
3.Barang perlengkapan operasi (digunakan untuk membantu kelancaran proses produksi). Contoh: alat-alat perkakas untuk membentuk suatu barang.
4.Instansi (Alat produksi utama untuk menghasilkan suatu produksi). Contoh: mesin tenun.
5.Peralatan ekstra (peralatan yang dipakai untuk membantu instansi). Contoh: tip barang.
b.Harga
Setelah penetapan jenis produk, maka langkah selanjutnya adalah penetapan harga. Untuk barang konsumsi lebih berorientasi pada permintaan, dengan asumsi bahwa bila harga dinaikkan maka permintaan akan berkurang dan apabila harga diturunkan, maka akan meningkatkan permintaan. Namun, tantangan, situasi dan kondisi yang mempengaruhi konsumen.
c.Promosi
Promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk melaksanakan konsumen. Pada hakekatnya, kegiatan ini dibagi dalam bentuk atau variabel yaitu:
1.Periklanan; bentuk persentase dan promosi non pribadi tentang ide, barangdan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2.Personal selling; persentase lingkup dalam surat percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
3.Publisitas; pendorong permintaan sasaran non pribadi untuk suatu produk jasa atau ide dengan menggunakan berita konvensional di dalam media massa.
4.Promosi penjualan; kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publisitas-publisitas yang mendorong pembelian oleh konsumen dan efektivitas pengecer.
d.Distribusi
Saluran distribusi merupakan sesuatu yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya kepada pemakai.
Penggunaan saluran distribusi ini tidak terlepas dari pertimbangan jenis transportasi yang efektif, juga pertimbangan perlunya pertanggungan resiko dan besarnya biaya yang diperlukan.
B.Kerangka Berfikir
Perusahaan yang ingin berkembang dibidang usahanya, harus memperhatikan sistem penjualan dan strategi dalam memasarkan produk yang dihasilkannya. Dalam hal ini, setiapperusahan mempunyai sistem penjualan dan strategi dalam memasarkan produknya. Secara umum penjualan dibagi menjadi dua, yaitu penjualan secara tunai dan penjualan secara kredit.
Penjualan secara tunai adalah membayar suatu barang atau jasa secara langsung kepada penjual dan lainya. Penjualan dengan cara kredit merupakan salah satu unsur dalam strategi pemasaran yang menghasilkan laba atau keuntungan yang besar. Dan pada saat ini banyak perusahaan yang menggunakan sistem tersebut.
Penjualan secara kredit sangat bermanfaat untuk semua kelas konsumen yaitu masyarakat. Sistem ini dapat merangsang respon konsumen berupa prilaku (behavioral response), karena perusahaan benar-benar mengerti apa yang diingikan dan dibutuhkan konsumen. Tetapi untuk sekarang ini, perusahaan furniture dan elekteronik yang menggunakan sistem ini, mereka sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan yang besar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa persoalan dan kesulitan yaitu persoalaninternal dari perusahaan itu sendiri maupun eksternal. Hal tersebut dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan perusahaan sekaligus mengancam kehidupan perusahaan atau kebangkrutan.
Oleh sebab itu, dengan adanya hal-hal tersebut perusahaan harus dapat menemukan solusi serta jalan keluar sehingga perusahaan dapat bersaiang untuk mendapatkan pelanggan dan konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan dan dijualnya.
Tetapi perusahaan juga harus teliti dan bijaksana dalam melayani konsumen, karena sedikit saja perusahaan merugikan dan mengecewakan konsumen, maka konsumen akan berpindah tempat dalam membeli produk. Dan mereka akan mencari perusahaan yang mempunyai fasilitas atau sistem penjualan yang lebih baik. Oleh sebab itu perusahaan harus bersikap sopan dan berhati-hati terhadap konsumen, karena konsumen dalam hal ini sangat jeli dan telitidalam menilai suatu perusahaan.
Konsumen akan merasa puas apabila penjual atau perusahan royal dalam sistem pelayanan terhadap konsumen. Dalam hal ini penjual harus bersikap ramah, tidak membeda-badakan dan baik terhadap konsumen. Begitupun sebaliknya, konsumen merasa tidak puas karena pelayanan yang diberikan penjual atau perusahaan tidak baik dan dapat merugikan konsumen. Oleh sebab itu, perusahaan harus memperhatikan sistem pemasaran atau penjualan dan sistem pelayanannya terhadap konsumen. Karena hal tersebut adalah salah satu strategi untuk memperoleh konsumen.
C.Hipotesis
Berdasarkan kajian teoritis diatas, dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis bahwa :
Terdapat hubungan antara strategi pemasaran dengan peningkatan penjualan pada PT. COLUMBIA.